Beranda / Warta / Inikah Cara Pemerintah Komunis Cina Memprovokasi Kaum Muslim?

Inikah Cara Pemerintah Komunis Cina Memprovokasi Kaum Muslim?

Jendelainfo.com – Ramainya tuntutan terhadap kaum Muslim di banyak tempat untuk bersikap toleran, bukan lantas hal yang sama mereka dapatkan dari pihak lain. Seperti halnya kaum Muslim di negara komunis Cina, mengharapkan toleransi bagi mereka terhadap ketidakbijaksanaan pemerintah komunis Cina seperti mimpi di siang bolong.

Cina merupakan di antara tempat di mana sikap toleransi ternyata tidak berlaku terhadap Islam dan kaum muslim.

Kebijakan Pemerintah Cina yang mengharuskan pejabat lokal Xinjiang untuk merokok di hadapan Muslim sungguh tidak bijaksana. Hal ini wujud upaya provokasi tiada henti terhadap kaum Muslimin. Ditambah lagi adanya ancaman hukuman bagi mereka yang menolak. Ini dikatakan sebagai bagian dari komitmen yang diminta Pemerintah Cina kepada pejabat di Xinjiang untuk melawan ekstrimisme.

Ketua Partai Komunis di Prefektur Hotan Cina Jelil Matniyaz diturunkan jabatannya setelah menyatakan tidak berani melaksanakan kebijakan itu. Dalam laporannya, Pemerintah Cina menyebut Matniyaz tidak memiliki komitmen politik. Matniyaz sendiri merupakan warga asli etnis Uyghur, demikian dilansir Associated Press, Selasa (11/4).

Hukuman ini merupakan langkah terbaru Pemerintah komunis Cina untuk melancarkan pengaruh di Xinjiang termasuk di Hotan yang jadi pusat kebudayaan Uyghur. Pemerintah Cina mengklaim, langkah-langkah ini, termasuk pelarangan jilbab dan janggut merupakan upaya untuk melawan para pengikut Islam fundamentalis.

Lembaga advokasi Uyghur di luar negeri menyebut langkah terbaru Pemerintah Cina ini hanya menyuburkan bibit radikalisasi dan kekerasan. Merokok tidak dilarang di sebagian negara mayoritas Muslim. Sayangnya, paksanaan merokok yang berujung pada sanksi atas Matniyaz jadi kontradiktif.

Rokok dan Bahaya Terhadap Kesehatan

Di satu sisi, para pakar kesehatan di sana berusaha menekan angka perokok karena alasan kesehatan. Sementara alasan pemaksaan merokok bagi pejabat di Cina ini adalah melestarikan budaya mengisap tembakau.

Peneliti European School of Culture and Theology di Jerman, Adrian Zenz, mengatakan bahwasannya pejabat lokal Xinjiang didorong (oleh pemerintah pusat) melakukan penataan kembali struktur sosial dengan menghapuskan segala bentuk pengaruh Islam dalam masyarakat Uyghur. “Praktik agama umum oleh Muslim di sana sekarang bahkan dikategorikan aktivitas ekstrimis. Ini mengubah pandangan orang secara keseluruhan,” kata Zenz.

Sebagaimana juga dilansir oleh situs resmi Kementerian Kesehatan RI bahwa di dalam rokok terkandung lebih dari 4000 jenis bahan kimia berbahaya bagi kesehatan, mulai dari nikotin maupun zat lainnya yang bisa menyebabkan kanker dan zat beracun bagi tubuh lainnya. Bahaya merokok bagi kesehatan bukan saja bagi perokok tetapi bagi orang sekitar karena efek asap rokok atau perokok pasif.

Baca Juga

Masjid Istiqlal Bosnia

Masjid Istiqlal Bosnia Saudara Masjid Istiqlal Jakarta

Jendelainfo.com – Pernah mendengar nama masjid Istiqlal? Masjid Istiqlal berdiri kokoh di Jakarta sebagai salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *