Beranda / Internasional / Inilah Alasan OKI Memasukkan Hizbullah Kedalam Kelompok Teroris

Inilah Alasan OKI Memasukkan Hizbullah Kedalam Kelompok Teroris

Jendelainfo.com – Hizbullah (Hezbollah, Hizbu’llah) adalah nama kelompok militan Syiah yang juga merupakan partai politik di Libanon.

Kelompok ini didirikan oleh Iran pasca pendudukan yang dilakukan oleh Israel tahun 1982 sejalan terjadinya perang sipil di Libanon selama lebih kurang 15 tahun dari 1975 hingga 1990.

Semenjak itu, kelompok ini dengan dukungan keuangan dan pelatihan dari Garda Revolusi Iran mulai menebarkan ancaman dan teror kepada banyak pihak. Diantaranya, pada tahun 1983, mereka melakukan serangan bom bunuh diri terhadap Kedutaan Amerika Serikat dan barak Korps Marinir di Beirut yang menewaskan 258 warga negara Amerika.

Saat ini, kelompok Hizbullah termasuk di dalam daftar organisasi teroris yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Organisasi Kerjasama Islam dan Hizbullah

Pada tanggal 10—15 April 2016, negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI; sebelumnya bernama Organisasi Konferensi Islam) telah melakukan konferensi Internasional di Istanbul, Turki.

Hasil sidang organisasi yang beranggotakan 57 negara ini menyebutkan bahwa OKI secara tegas mengecam aksi Hizbullah yang mendukung aksi terorisme dan menyebabkan ketidakstabilan di wilayah Timur Tengah seperti Suriah, Bahrain, Yaman, dan Kuwait.

OKI menolak campur tangan Iran dalam urusan dalam negeri negara-negara Timur Tengah. OKI juga menyesalkan serangan terhadap kedutaan dan Konsulat Arab Saudi di Teheran dan di Meshad oleh pengunjuk rasa Iran pada bulan Januari 2016.

Keputusan Liga Arab ini didasari fakta di lapangan adanya persekongkolan antara Pasukan Garda Revolusi Iran dengan Hizbullah. Kedua kelompok tersebut membiayai persenjataan dan melatih gerilyawan teroris di negara Bahrain.

Para pemimpin negara-negara Liga Arab maupun OKI tentu bukan sekadar mengeluarkan keputusan yang serampangan. Pernyataan para pemimpin negara tersebut, baik OKI maupun Liga Arab, mengungkapkan bukti kejahatan Internasional negara Iran serta bahaya ideologi Syiah yang dianut oleh negaranya.

Sangat disayangkan sebagaimana Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani dan delegasinya mangkir tidak mau menghadiri sesi akhir pertemuan puncak itu. Padahal, acara tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu upaya untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

Masyarakat Islam sendiri semakin menyadari atas aksi-aksi Iran yang menggalang gerakan terorisme. Negara-negara Timur Tengah, seperti Bahrain, Kuwait, Arab Saudi, dan Yaman, merupakan negara-negara yang langsung merasakan kekejaman serangan aksi radikalis kaum Syiah Iran.

Tentang tragedi di Suriah, Pejabat resmi Amerika Serikat secara resmi menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada bulan Oktober 2012 bahwa “Kebenaran tampak secara jelas: pasukan Nasrallah saat ini menjadi bagian dari mesin pembunuh milik Assad.” Dan bukti keterlibatan kelompok pimpinan Hasan Nasrallah dalam menciptakan ketidakstabilan serta memperkeruh situasi di Suriah demikian banyak.

Di Indonesia sendiri, aksi kaum Syiah telah mengganggu perdamaian dan ketentraman masyarakat. Sebut saja kasus di Madura dan Bukit adz-Dzikra, Sentul, Bogor. Gerakan untuk mengganggu keamanan dan stabilitas NKRI ini patut diwaspadai dan tidak bisa diabaikan begitu saja.

Baca Juga

Kerajaan Arab Saudi

Kebaikan Pemerintah Arab Saudi Terhadap Syiah dan Iran Meskipun Dimusuhi

Jendelainfo.com – Ulama Syiah terkemuka asal Irak, Moqtada al-Sadr, melakukan kunjungan ke Arab Saudi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *