Beranda / Warta / Inilah Fatwa Kontroversial Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor Pusat

Inilah Fatwa Kontroversial Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor Pusat

Jendelainfo.com – Alhamdulillah, kita sebagai muslimin sudah tidak dibebani oleh syariat agama kita untuk memikirkan, membuat, memutuskan produk hukum untuk mengatur suatu perkara dalam kehidupan kita. Segala sesuatunya sudah diatur secara lengkap dalam syariat agama kita. Bimbingan dan aturan tersebut mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi telah lengkap dan sempurna.

Kesempurnaan agama kita tidak perlu diragukan lagi. Siapa yang ragu dengan kesempurnaan Islam maka dikhawatirkan dia menjadi kafir. Alloh Subhanahu wata’ala telah menyempurnakan agama ini dengan diturunkanya ayat :

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ

“Pada hari ini, telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Kucukupkan Nikmat-Ku bagi kalian, dan telah Kuridhai Islam sebagai agama kalian.” (al-Maidah: 3)

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Barang siapa yang beranggapan bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembunyikan sesuatu yang telah Allah turunkan, sungguh ia telah berdusta besar terhadap Allah.

Tak ketinggalan Allahpun mengatur larangan memilih pemimpin dari kalangan orang kafir, Allah Subhanahu wata’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi auliya(Pemimpin) bagimu; sebahagian mereka adalah auliya bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi auliya, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim” (QS. Al Maidah: 51)

Maka sangat disayangkan ketika Halaqah Bahtsul Masail Kiai Muda GP Ansor mengeluarkan fatwa bahwa seorang muslim tidak diharamkan untuk memilih pemimpin non-muslim.

Dalam sebuah diskusi keagamaan dengan tajuk “Kepemimpinan Nonmuslim dalam Pandangan Islam”, Ketua Umum Pengurus Pusat GP Ansor Yaqut Cholil menyatakan kepemimpinan yang baik haruslah mewujudkan kemaslahatan umat. Oleh sebab itu, dia memandang pemimpin bukan sekedar dari latar belakang agama.

“Kepemimpinan yang kita anut itu pemimpin yang bisa memberikan maslahat kepada masyarakat, yang bisa memberi manfaat pada masyarakat. Kita nggak lihat latar belakang agama, suku dan seterusnya, tapi apakah pemimpin itu bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya di Kantor PP GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (11/3)

Fatwa tersebut sontak membuat kita mengernyitkan dahi, apakah ketika Allah menyebutkan larangan memilih pemimpin dari kalangan orang kafir, itu berarti Allah tidak mengerti maslahat terhadap umatnya? yang harus kita yakini sebagai seorang muslim bahwa setiap ayat mengandung maslahat yang besar untuk umat dan sekalian alam. Bahkan masih dalam ayat al Maidah 51 diakhiri dengan ancaman digolongkan dalam golongan orang kafir tersebut dan ancaman tidak akan diberikan petunjuk,yang lebih mengerikan digolongkan kedalam golongan orang yang lalim.

Atas Hasil Halaqoh Bahtsul Masail Pimpinan Pusat GP Ansor tersebut memicu rekasi dari banyak pihak. Kalangan NU sendiri seperti Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang dibawah asuhan Mustasyar PBNU, KH. Maimoen Zubair secara tegas mengeluarakan pernyataan resmi berlepas diri dari hal itu.

(Baca: Inilah Pernyataan Berlepas Dirinya Ponpes Al-Anwar Karangmangu dari Hasil Halaqoh PP GP Anshor)

Senada dengan pernyataan resmi PP Al Anwar Sarang, Rembang tersebut Dewan Pakar ICMI, Anton Tabah Digdoyo, mempertanyakan sikap organisasi kepemudaan sayap NU tersebut. Dia menyatakan Islam adalah agama terakhir, paripurna, ajarannya sangat komplet, termasuk soal bagaimana memilih pemimpin.

“Cara pipis, cara bersin saja diatur oleh Islam apalagi masalah memilih pemimpin di daerah mayoritas, muslim harus memilih muslim. Ada lebih dari 20 ayat dalam Al-Quran dan bagaimana jika di daerah minoritas Muslim juga diajarkan. Dalam Al-Quran minimal ada 2 ayat yaitu di surat Nahl ayat 106 dan Surat Ghofir 29. Jika sudah tidak ada calon muslim, pilih calon yang dekat dan baik pada kaum Muslimin,” ungkap Anton saat dihubungi (Senin, 13/3).

Fenomena sikap keagamaan GP Anshor memang akhir-akhir ini mendapat sorotan serius dikarenakan banyak sikap organisasi yang nyeleneh dan tak jarang menimbulkan kontroversi dimasyarakat. Lihatlah semisal kebijakan organisasi ini menjaga gereja saat Natal tiba. Yang terakhir yang memicu polemik adalah ketika GP Anshor Sidoarjo membubarkan pengajian. Dua contoh kasus yang sangat ironis sekali. Maka tidak mengherankan kalau Halaqoh Bahtsul Masail Pimpinan Pusat GP. Ansor mengeluarkan keputusan bolehnya memilih pemimpin dari kalangan orang kafir.

Baca Juga

cara berpikir GP Anshor

Heran, Begini Cara Berpikir GP Anshor

Jendelainfo.com – Mecermati sepak terjang GP Anshor akhir-akhir ini membuat kita menjadi sangat heran. Kemudian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *