Beranda / Warta / Inilah Himbauan Polri Kepada Masyarakat Terkait Akun Paedofilia di Medsos

Inilah Himbauan Polri Kepada Masyarakat Terkait Akun Paedofilia di Medsos

Jendelainfo.com – Maraknya berita kasus paedofilia tentunya sesuatu yang sangat memprihatinkan. Hal seperti ini tidak cukup apabila disandarkan penyelesaiannya kepada pemerintah. Bagaimanapun juga pemerintah memiliki keterbatasan.

Dalam keadaan seperti itu, peran serta masyarakat dituntut untuk dapat ditingkatkan. Masyarakat perlu proaktif membantu pihak pemerintah dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia sebagai usaha deteksi dini atas hal-hal yang dirasa mengganggu dan meresahkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Himbauan Polri kepada masyarakat  adalah supaya segera melaporkan kasus dugaan pedofilia online. Tujuannya agar kasus-kasus penyimpangan seksual kepada anak-anak kecil itu tidak terulang lagi.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan tim siber polri juga melakukan patroli pada akun-akun di sejumlah media sosial. Kemudian bila ditemukan adanya akun yang mengarah pada unsur tindak pidana akan ditindak lanjuti dan dimasukkan dalam laporan.

Patroli siber, menurut mantan Kapolda Banten ini bisa juga dilakukan oleh masyarakat. Bila masyarakat juga menemukan adanya aktivitas-aktivitas di dunia maya yang menyimpang seperti kejahatan pedofilia ini untuk segera melaporkan kepada polisi.

“Masyarakat dapat informasi secepatnya sampaikan ke petugas. Petugas dapat juga segera lakukan langkah hukum. Jadi masyakat bisa, kepolisian bisa,” kata Boy.

Boy ingin agar dibangun juga kesadaran dan kehati-hatian masyarakat dalam menggunakan media sosial. Alasannya karena dari sekian situs dan portal itu kata dia, ada saja yang berpotensi melanggar hukum.

“Yang penting masyarakat dibangun kesadaran hati-hati. Dari sekian situ dan portal yang dimanfaatkan masyarakat dalam setiap kegiatan ada yang berpotensi melanggar hukum,” jelasnya.

Ancaman Hukuman

Untuk diketahui dalam kasus pedofilia ini Polda Metro Jaya telah mengamankan lima orang tersangka. Empat di antaranya merupakan admin Loly Candys yakni Wawan (27), DS (24), DF (17), SHDW (16), sedangkan satu tersangka AJJ yakni salah atu member aktif dalam akun Loly Candys.

Akun tersebut dibentuk pada September 2016 lalu. Namun sudah ada 7.427 member di dalam akun itu. Kepada para tersangka dikenakan  ancaman hukuman Pasal 27 ayat (1)  Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau Pasal 4 ayat Jo Pasal 29 dan/atau Pasal 4 ayat(2) Jo Pasal 30 UU RI No 44 tahun 2008 tentang pornografi.

Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat(1)  UU tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008,  dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak satu miliar rupiah.

Baca Juga

Pengamanan VVIP Raja Arab Saudi Ketat, Rahasia, dan Waspada

JendelaInfo.com – Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Indonesia guna menjamin keamanan dan kenyamanan rombongan Kerajaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *