Beranda / Warta / Inilah India, Nyawa Seorang Muslim Lebih Rendah Daripada Sapi

Inilah India, Nyawa Seorang Muslim Lebih Rendah Daripada Sapi

Jendelainfo.com – Istilah siapa yang kuat dia yang menang sering didapati pada suatu tempat yang mempunyai kebiasaan main hakim sendiri

Hal ini menimpa seorang petani muslim negara bagian Rajasthan, India, di usianya 55 tahun dia harus kehilangan nyawa saat dia mengangkut sapi di truk

Sekitar 200 orang mengeroyok korban yang bernama Pehlu Khan. Bukan hanya Pehlu yang menjadi amukan massa, namun ada sekitar 6 orang lainnya yang diserang karena ikut mengangkut sapi

Peristiwa tersebut berawal hari senin yang lalu ketika warga sipil melakukan patroli di jalan jalan daerah Alwar terhadap orang yang mengangkut sapi untuk dibawa ke negara bagian lainnya

Kepala Polisi Alwar, Rahul Prakash sudah menangkap tiga orang yang diduga telah melakukan pembunuhan pada hari Kamisnya (06/04/2017)

Didalam Islam, membunuh jiwa seseorang merupakan perkara yang sangat besar, bahkan ancamannya adalah siksa neraka

Sebut saja ayat Al Qur’an
وَمَنْ يَّقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهٗ جَهَـنَّمُ خَالِدًا فِيْهَا وَغَضِبَ اللّٰهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهٗ وَاَعَدَّ لَهٗ عَذَابًا عَظِيْمًا

“Dan barang siapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.”
(An-Nisa’ : 93)

Begitu pula didalam Islam, membunuh penganut agama lain memiliki aturan tersendiri, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam pernah menyampaikan hadits yang berbunyi “Barangsiapa yang membunuh Mu’ahad (orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin untuk tidak saling berperang) tidak mencium bau harumnya surga, dan sesungguhnya bau harumnya surga tercium dari jarak 40 tahun perjalanan” (HR. Bukhari)

Bahkan membunuh satu orang manusia tanpa ada alasan yang dibenarkan maka seakan akan dia telah membunuh manusia seluruhnya, hal tersebut ada dalam ayat Al Qur’an yang artinya : “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (Al Maidah:32)

Maka dengan demikian bisa diartikan dalam Islam tidak ada istilah yang kuat adalah yang menang, atau yang banyak yang bebas berbuat karena dengan aturan yang sangat jelas dan ketat, satu sama lain saling menjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *