Beranda / Warta / Inilah Keseriusan Arab Saudi dan Indonesia dalam Pemberantasan Terorisme

Inilah Keseriusan Arab Saudi dan Indonesia dalam Pemberantasan Terorisme

Jendelainfo.com – Menunjukkan komitmen pemerintah Kerajaan Arab Saudi terhadap pemberantasan terorisme, Kepala Kepolisian Arab Saudi Jenderal Othman bin Nasser al Mehrej menemui Kapolri Jenderal di Jakarta, Selasa (18/4).

Kedatangan Othman untuk menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) antara kepolisian Indone­sia dan Kepolisian Arab Saudi yang ditandatangani saat Raja Salman bin Abdulaziz al Saud ke Jakarta, Maret lalu.

Dalam MoU tersebut disepakati, kedua badan tinggi ini akan memperkuat kerja sama bidang penanganan terorisme.

(Baca: Putra Mahkota Arab Saudi mendapat penghargaan internasional pemberantasan terorisme)

“Penanganan terorisme yang dilakukan Kerajaan Saudi di­anggap cukup berhasil, tentu saja Saudi terbuka bagi seluruh negara termasuk Indonesia da­lam peningkatan kerja sama di bidang ini,” ujar Letjen Othman dalam konferensi pers di kedia­man Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Osama Mohammed Al-Shuibi di Ja­karta, Selasa (18/4).

Menurut Othman, dia diminta Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Nayef menindak lanjuti MoU dalam rangka pemberantasan terorisme ini.

“Arahan yang disampaikan Putra Mahkota perlunya kerja sama dan mulai aktifkan butir-butir yang tercantum di MoU sehingga kesepakataan ini bisa bermanfaat untuk kedua pihak,” jelas Othman.

Hadiah Bagi Anggota BNPT

Telah diberitakan sebelumnya, di bulan Februari, Pemerintah Arab Saudi berjanji akan memberikan hadiah bagi keluarga anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Lima orang keluarga anggota BNPT akan diberangkatkan haji secara gratis oleh Pemerintah Arab Saudi. Ini adalah di antara penghargaan pemerintah Saudi kepada mereka yang diharapkan syahid ketika meninggal dalam tugas negara.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, keberangkatan ini hanya akan diberikan jika anggota densus 88 yang ada di BNPT meninggal dunia dan memiliki keluarga seperti istri, anak atau orang tua yang masih hidup. “Jika ada anggota Densus 88 yang meninggal dunia,  orang tuanya per tahun akan dihajikan oleh kerajaan Arab Saudi sebanyak lima orang,” kata Pramono di Istana Negara, Selasa (21/2).

Dia menjelaskan, keinginan Pemerintah Arab Saudi ini dikarenakan mereka menganggap bahwa anggota Densus ini memiliki pekerjaan yang sangat mulia karena harus menangkal terorisme dan radikalisme. Kematian mereka pun bisa disebut sebagai kematian yang diharapkan Syahid, dan menjadi seorang Syuhada.

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *