Beranda / Fokus / Inilah Metode dan Strategi Komunis – PKI dalam Merebut Kekuasaan

Inilah Metode dan Strategi Komunis – PKI dalam Merebut Kekuasaan

Jendelainfo.com – Pengalaman adalah guru yang terbaik, demikianlah bunyi peribahasa yang sering kita dengar. Sejarah kelam perjalanan politik PKI sudah seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk waspada. Tercatat secara jelas dalam sejarah betapa perjalanan karir politik PKI ditulis dengan tinta darah. Perjalanan yang diwarnai dengan perebutan kekuasaan dengan pemberontakan bersenjata yang merupakan metode dan strategi Komunis – PKI dalam merebut kekuasaan.

Membaca kembali lembaran sejarah bangsa ini, catatan salah satu bentuk strategi politik PKI. Usaha dalam melakukan perebutan kekuasaan, dimulai dengan cara halusnya yaitu dengan cara mereka menyusupkan kader-kadernya di tubuh organisasi-organisasi pemerintahan, swasta, rakyat dan Militer. Setelah kuat mereka beraksi menjalankan misi akhirnya dengan merebut kekuasaan.

Belajar Dari Peristiwa Serang tahun 1945

Peristiwa Serang adalah salah satu usaha dari sisa-sisa Pemberontak Komunis tahun 1926 di Banten dalam merebut kekuasaan lokal untuk mendirikan pemerintahan di daerah yang dibebaskan (liberated zones). Pembentukan pemerintahan lokal sebanyak-banyaknya merupakan salah satu strategi komunis guna memperoleh kekuatan dalam rangka mengepung RI.

Kesenjangan sosial, mengangkat isu perbedaan kelas, seperti perbedaan kehidupan yang menyolok antara rakyat dan pemerintah, dijadikan tema oleh orang-orang komunis untuk menentang pemerintah, hari ini pun tidak berbeda dengan politik yang dijalankan oleh generasi awal di negeri ini.

KNI di Kabupaten Serang di bawah pimpinan Ce Mamat digunakan sebagai alat untuk menyebarkan ideologi komunisme di kalangan rakyat. Ce Mamat yang pada tahun 1920 pernah menjabat Ketua PKI Cabang Anyer ini mengemban suatu misi yaitu membentuk suatu Dewan Rakyat di daerah Banten. Misi tersebut berasal dari Chaerul Saleh,tokoh pemuda Asrama Menteng 31 di Jakarta yang disampaikan oleh Abdul Muluk 2 hari setelah kemerdekaan Indonesia. Ketika itu Ce Mamat berada di penjara Tanah Abang 3, Jakarta karena ditangkap Jepang sehubungan dengan keterlibatannya dalam kegiatan gerakan Djojobojo.

Ce Mamat melakukan pengambilalihan kekuasaan dengan paksa pada tanggal 17 Oktober 1945 dari tangan. K.H. Achmad Khatib selaku pemimpin Karesidenan Serang, secara total. Pada tanggal 28 Oktober 1945 Ce Mamat membacakan maklumatnya yang menyatakan bahwa seluruh karesidenan Banten diambil alih oleh Dewan Rakyat dibawah kepemimpinannya, Mamat. Setelah pengambilalihan kekuasaan di tingkat karesidenan berhasil, maka aksi daulat pun semakin meluas ke daerah-daerah Banten lainnya.

Pada malam hari tanggal 28 Oktober 1945 Bupati Serang R.Hilman Ojajadiningrat ditahan oleh para pemuda pengikut Ce Mamat. Laskar Ce .Mamat yang bernama Gulkut (Gulung Bulkut; Bulkut=pamong praja) melancarkan pengacauan dan teror. Para anggota laskar ini kebanyakan terdiri atas para jawara. Perampokan harta-henda milik penduduk, dan pembunuhan, terutama terhadap golongan pamong praja, merupakan sasarannya.

Teror dan keganasan Laskar Gulkut telah demikian meresahkan rakyat. TKR Resimen I Banten yang dipimpin oleh K.H. Syam’un, melakukan operasi penumpasan. Dengan dibantu oleh Ali Amangku dan Tb. Kaking, serbuan TKR berhasil memukul mundur pasukan Dewan Rakyat dan merebut markasnya yang terletak di kantor Kawedanaan Ciomas. Perlawanan Laskar Gulkut berhasil dipatahkan dan sebagian besar anak buahnya ditahan, namun Ce Mamat berhasil meloloskan diri ke daerah Lebak.

Ce Mamat berusaha menyusun kernbali sisa-sisa kekuatan Laskar Gulkut, dengan pusatnya di kota Rangkasbitung. Dalam waktu 1 bulan, tepatnya bulan November 1945 Dewan Rakyat berhasil menguasai seluruh kota Rangkasbitung. Di sini laskar Dewan Rakyat berhasil melucuti anggota kepolisian setempat, dan menggantikannya dengan para jawara, sehingga polisi di Lebak dikenal dengan julukan “Polisi Jawara”.

Aksi-aksi Dewan Rakyat terus berlangsung. Bupati (resmi) Lebak, R. Hardiwinangun diculik dari rumahnya. Kejadian ini berlangsung ketika Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta beserta rombongan meninjau situasi daerah Karesidenan Banten pada tanggal 9 Desember 1945. Bupati R. Hardiwinangun diikat kemudian dibawa ke jembatan Sungai Cisiih. Ia ditembak mati dan mayatnya dilemparkan ke sungai. Dua hari kemudian mayatnya ditemukan oleh penduduk.

Terjadi pula peristiwa penyerbuan tangsi polisi di kota Serang yang dilakukan oleh pasukan liar pimpinan Ce Mamat dari daerah Ciomas,kabupaten Bogor. Pasukan ini bergabung dengan kekuatan Dewan Rakyat dari Rangkasbitung. Penyerbuan ini merupakan puncak peristiwa di Karesidenan Banten yang akhimya dapat diatasi oleh TKR.Dalam suatu operasi pembersihan, Ce Mamat berhasil meloloskan diri dan kemudian menggabungkan diri dengan Laskar Rakyat pimpinan Kiai Narya di Cipaku, Bogor. Dengan bantuan Laskas Gulkut dan Laskar Ubel-ubel dari Tangerang tokoh ini pun memimpin suatu aksi daulat terhadap residen Barnas dan Komandan Resimen TKR Husein Sastranegara. Dua hari kemudian Residen dan Kornandan Resimen berhasil dibebaskan oleh Pasukan Polisi Istimewa.

Aksi-aksi yang dilakukan Ce Mamat ini merupakan salah satu bentuk kegiatan komunis dalam upaya mencapai cita-citanya. Dalam melakukan strateginya, mula-mula mereka menghasut masyarakat setempat dengan berbagai intimidasi serta menuduh pemerintah tidak representatif sehingga perlu diganti. Kemudian aksi ditingkatkan dengan tindak kekerasan, seperti menculik dan membunuh tokoh-tokoh sipil dan militer yang dianggap sebagai penghalangnya. Setelah berhasil, langkah selanjutnya adalah melakukah pembubaran lembaga pemerintahan dan menggantikannya dengan pemerintah Dewan Rakyat menurut versi komunis. Demikianlah metode dan strategi komunis. (Abdullah)

Baca Juga

RED ARMY

PATUT DICURIGAI YANG BILANG TIDAK ADA PKI, MUNGKIN DIA YANG KOMUNISME

Jendelainfo.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menganggap bahwa ideologi komunis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *