Beranda / Fokus Khawarij / Inilah Musuh Bebuyutan Teroris

Inilah Musuh Bebuyutan Teroris

musuh bebuyutan teroris

Musuh bebuyutan teroris – Peperangan melawan para teroris sebenarnya bukan perkara yang baru dalam sejarah Islam. Sudah menjadi sunnatullah, bahwa setiap kejahatan akan ada yang membongkarnya. Ulama sebagai pewaris para nabi,  menjadi musuh bebuyutan teroris.

Bagaimana tidak, setiap kali kaum teroris menebarkan pemahamannya, maka para ulama akan menelanjangi kerusakan pemahaman sesat tersebut.

Berbagai macam peristiwa peperangan pernah berkecamuk mengisi perjalanan hidup kaum muslimin sejak zaman dulu dengan para teroris.

Adalah Ibnu Abbas, seorang ulama pada masanya. Bahkan ummat mengenalnya sebagai tinta kaum muslimin, pernah berhadapan langsung dengan kaum teroris. Kaum reaksioner yang tidak puas dengan berbagai kebijakan penguasa waktu itu.

Terjadilah dialog antara sahabat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma dengan kaum teroris. Akhir dari dialog tersebut menghasilkan ketidakmampuan kaum teroris dalam membantah Ibnu Abbas. Hal ini menunjukan kebodohan kaum teroris dalam memahami agama.

Pasca dialog, sebagian dari kaum teroris waktu itu bertobat dan kembali memahami agama dengan benar, namun sebagian mereka yang tidak mau bertobat diperangi oleh para sahabat.

Begitulah Islam dan para ulamanya, sepeninggal Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam, para ulama setelahnya terus menjaga kemurnian Islam. Termasuk penjagaan dari pemahaman sesat kaum reaksioner teroris.

Maka peperangan melawan teroris pada hari ini bukan diawali dari orang kafir, melainkan sudah lama didahului oleh musuh teroris, dan telah menjadi musuh bebuyutan mereka sejak zaman dahulu yaitu para ulama.

 

Baca Juga : 
1. IRAN DALANG DARI TERORISME DUNIA

2. KTT Arab Islam Amerika: Iran Pelopor Terorisme

3. SELESAI SHALAT ISYA, 2 ANGGOTA BRIMOB DITIKAM TERORIS

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *