Beranda / Ilmu / Jangan Hanya Jadi Islam KTP

Jangan Hanya Jadi Islam KTP

Banyak dari kaum muslimin di negeri ini yang walaupun beragama islam namun banyak tidak tahu hakikat dari agamanya. Atau dengan kata lain sering diistilahkan Islam KTP. Maka tidak jarang kita mendapati sebagian kaum muslimin melakukan hal yang bertentangan dengan tuntutan dirinnya mengaku sebagai seorang muslim.

Lalu apa sebenarnya hakikat dari agama islam itu?

Tentu penjelasan tentang hal ini butuh penjelasan yang lebih dari sekedar tulisan yang ringkas ini, namun semoga tulisan ringkas sebagai awal kita untuk mengetahui lebih jauh tentang islam.

Islam adalah: Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepadaNya dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.

Inilah pengertian dan hakikat dari agama Islam yang harus kita ketahui, diyakini dan diamalkan, yaitu mengandung tiga hal.

Pertama: Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya. Dengan beribadah hanya kepada Allah semata.

Allah Ta’aala berfirman;

وَاعْبُدُوا اللهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya”. (QS. An-Nisaa: 36)

Dari sini kita mengetahui seorang muslim adalah seorang yang berserah diri hanya kepada Allah dengan beribadah kepada-Nya saja tidak kepada yang lainnya. Seorang muslim bukan yang yang berserah diri kepada Allah dan juga berserah diri kepada selain Allah.

Allah Ta’aala berfirman;

ومَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

”Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukkan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah  neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang – orang dzolim itu.” (Qs. Al Maidah : 72)

Kedua: Tunduk Kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya.

Wajib bagi seorang muslim untuk tunduk kepada Allah dengan ketundukkan hati, lisan dan anggota badanya. Dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, seperti melaksanakan sholat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, dan ketaatan lainnya.

Ketiga: Berlepas diri dari perbuatan syirik (menyekutukkan Allah) dan para pelakunya.

Yaitu berlepas diri dari peribadatan kepada selain Allah dan para pelakunya.

Dalam hal ini Allah Ta’ala berfirman tentang kisah Nabi Ibrahim alaihi wasallam :

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagi kalian pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka, “ Sesunguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.” (Qs. Al Mumtahanah: 4 )

Inilah penjelasan sederhana tentang hakikat dari agama kita, yang wajib bagi kita untuk memahaminya, meyakini dan mengamalkannya sehingga kita menjadi seorang muslim yang sesungguhnya. (Joko)

Baca Juga

KTT Arab Islam Amerika: Iran Pelopor Terorisme

Jendelainfo.com – KTT Arab Islam Amerika membuka tabir pelopor terorisme yang mengatasnamakan Islam. Raja Salman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *