Beranda / Warta / Kapolri Siap Kirim Bos Narkoba ke Kamar Mayat

Kapolri Siap Kirim Bos Narkoba ke Kamar Mayat

Jendelainfo.com – Belum genap satu bulan di tahun 2017, empat orang bandar Narkoba sudah ditembak mati dan dikirim ke kamar mayat.

“Pokoknya narkoba yang dibawa masuk ke sini (Indonesia), tindak tegas. Tidak ada pilihan lain,” tegas Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, di kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (18/1/3017).

Dengan adanya empat bandar narkoba yang sudah ‘dikirim’ ke kamar jenazah ini, Boy berharap akan memberikan shock therapy bagi pengguna atau bandar narkoba lainnya yang masih berkeliaran.

Disadari bahwa tidak mudah untuk membersihkan wilayah Indonesia dari Narkoba. Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia menjadi target pasar jaringan Narkoba Internasional.

Hal itu sebagaimana pernyataan yang pernah dilontarkan Direktur Jendral Bea dan Cukai di Direktorat Jendral Bea dan Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur,  “Sebagai gambaran, kita perlu mewaspadai, bahwa negara kita sekarang telah dijadikan sebagai target market oleh sindikat internasional.”

Data dari BNN menunjukkan dari tahun 2013 sampai 2015 Bea Cukai, berkoordinasi dengan BNN dan polisi telah melakukan penindakan sebanyak 609 kali, dengan jumlah barang bukti 1,4 ton narkotika. Tidak terbayangkan berapa besar kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh Narkoba sebanyak itu.

Bahaya Penggunaan Narkoba

Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkoba, Narkotika dan Obat-obatan terlarang, jelas dapat merusak jiwa dan mental, serta dapat menghancurkan iman dan taqwa terutama pada generasi muda.

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” [QS. Al-Ma’idah 90]

(إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ)

“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” [QS. Al-Ma’idah 91]

Dengan demikian, tindakan Polri memberikan harga “Kamar Mayat” untuk gembong Narkoba yang melawan adalah tindakan tepat. Mengingat, kerusakan yang mereka timbulkan sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada individu, namun juga dapat menjadi penyebab kehancuran agama dan negara. (Ahmad, WIS)

Baca Juga

Bercadar

Dengan Bercadar Buron Ini Bisa Menutupi Diri

JendelaInfo.com – Kabar terbaru tentang pelaku penyelundupan narkoba di Lapas Kedungpane Semarang dengan modus bercadar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *