Beranda / Fokus Liberalisme / KARYA TULIS, PLAGIARISME DAN AFI NIHAYA

KARYA TULIS, PLAGIARISME DAN AFI NIHAYA

Plagiarisme

Jendelainfo.com – Plagiarisme. Seorang penulis sejati, bisa dikatakan sebagai penulis di saat dia mempunyai kemampuan untuk merangkai kata-kata dalam bentuk karya tulis sendiri.

Di era yang serba canggih seperti saat ini, sebuah karya tulis begitu mudah untuk di “nikmati” banyak orang.

Sekarang ini, dengan adanya media sosial yang lebih mudah diakses, perpustakaan-perpustakaan umum yang ada kini posisinya mulai bergeser dan peminatnya pun mulai berkurang.

Hari-hari ini di media sosial, warganet sedang ramai membicarakan kasus plagiarisme Afi Nihaya.

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia pla·gi·a·ris·me mempunyai arti penjiplakan yang melanggar hak cipta.

Istilah plagiarisme kembali mencuat dan ramai dibicarakan ketika seorang anak gadis usia Sekolah Menengah Atas asal Banyuwangi rajin mencurahkan “karya tulisnya” di facebook.

Gadis yang mempunyai nama lengkap Afi Nihaya Faradisa ini mendadak terkenal di dunia maya. Hampir setiap karya tulis yang dituangkannya di Facebook menjadi viral.

Apabila menelusuri dari awal munculnya nama Afi dan “hasil karyanya” bisa jadi membutuhkan artikel yang sangat panjang. Namun yang menjadi soal pada kali ini adalah kasus plagiarisme nya Afi.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta.

Tentu, sebagai seorang muslim atau Afi sendiri mengaku seorang muslimah, seharusnya paham dan mengerti bahwa yang namanya pelanggaran termasuk perbuatan tercela dan dosa.

Tidakkah seorang Afi ingat dengan hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam berikut ini :

الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ
“Muslim itu terikat dengan persyaratan (yang dibuat oleh) mereka”. (HR Hakim)
Iya, walaupun secara tidak langsung Afi melakukan perjanjian dengan seseorang, namun penjiplakan terhadap sebuah karya tulis adalah sebuah syarat yang melanggar aturan main dalam dunia karya tulis. Untuk itu, dalam hal ini Afi sudah melanggar syarat-syarat sebagai seorang muslim.

Selain itu, ternyata yang menjadi masalah dengan hasil jiplakan tersebut, AFI mengesankan atau dikesankan bahwa dia mampu berkarya.

Dengannya dia merasa mempunyai modal untuk bisa terkenal.

Akan tetapi dikemudian hari, AFI diketahui bukan pencetus ide, dia hanya seorang yang mencopas tulisan orang lain.

Kemudian yang lebih mengerikan dan menakutkan, ketika seseorang terjatuh pada perbuatan plagiarisme, dalam keadaan dia tidak mengakui atau bertobat dari perbuatannya.

Mau tidak mau Afi sudah membohongi para pembaca atau pendengarnya. Berulangkali Afi melakukan penjiplakan sebuah karya tulis yang dipublikasikan lewat media sosial.

Bahkan terakhir Afi sendiri tidak malu-malu melakukan penjiplakan dalam bentuk ucapan yang direkam video.

Dari sini, menunjukan adanya sikap Afi yang bermudah mudahan seakan tidak ada rasa takut untuk berbuat dosa berbohong.

Mungkin Afi lupa dengan ancaman bagi seorang yang terbiasa berbohong. Bahkan ancamannya sangat menakutkan.

“Sesungguhnya kejujuran akan membawa kepada kebaikan, dan kebaikan akan membimbing ke surga. Dan seseorang senantiasa jujur dan membiasakan untuk jujur hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur. Dan sesungguhnya DUSTA/BOHONG akan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan akan membimbing ke NERAKA. Dan seorang hamba senantiasa BERDUSTA/BERBOHONG dan membiasakan untuk DUSTA hingga dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, sebuah musibah yang sangat besar ketika seseorang terbiasa berbohong.

Silahkan bayangkan oleh masing-masing pihak, terkhusus oleh Afi, bukankah merupakan bencana yang sangat besar ketika seseorang dicap sebagai pendusta?

Manusia atau bahkan seluruh makhluk bisa saja ditipu dan dibohongi dengan kelihaian menulis atau berbicara.

Namun ingat, Allah yang Maha Melihat dan Maha Mengetahui tidak bisa dibohongi.

Maka siapa yang bisa merubah cap pembohong kalau Allah sendiri yang sudah menggelarinya?

Mudah-mudahan apa yang sedikit ini, bisa mengingatkan kita terkhusus Afi untuk segera kembali memperbaiki diri dari terbiasa melakukan plagiarisme.

Baca Juga

teman sejati

Mencari Teman Sejati ? Begini Caranya

Ketahuilah teman sejati adalah yang tetap akan menjadi temanmu di dunia dan di akhirat. Karena …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *