Beranda / Warta / Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Bagaimana Sang Anak? Ketika Seorang Ibu Digugat Anak

Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Bagaimana Sang Anak? Ketika Seorang Ibu Digugat Anak

Jendelainfo.com – Ibu Pertiwi menangis pilu, ketika seorang anak berani menggugat Ibunya demi lembaran rupiah.

Yani beserta suaminya, Handoyo Adianto, warga Taman Pulogebang, Jakarta Timur, menggugat ibunya sendiri Siti Rokayah alias Amih, warga Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, sebesar Rp 1,8 miliar.

Tuntutan itu terdiri dari kerugian materil kurang lebih sebesar Rp 640 juta dan immateril Rp1,2 miliar.

Mak Amih tak dendam mengetahui putrinya menggugat dirinya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Sebenarnya gugatan ini terkait utang lama Mak Amih kepada anaknya sebesar Rp 20 juta pada 2001 silam.

“Saya selalu mendoakan agar segera disadarkan. Selalu tiap shalat mendoakan anak, waktu tahajud juga suka berdoa,” ucap Mak Amih saat berobat ke RSUD Dr Slamet, Garut, Senin (27/3/2017). Inilah cerminan kasih Ibu kepada anaknya.

Di lain tempat, kabar lain beredar bahwa seorang anak yang telah mencaci maki Ibunya setelah dinasehati dan kemudian ditampar Ibunya berbuntut panjang. Kamis malam itu pada Jumat, 17 Februari 2017 sang anak kabur. Sabtunya, 18 Februari 2017 ternyata lapor ke Polsek Mejobo dengan tuntutan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Penasihat Hukum Tukini, nama si Ibu, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemui sang anak di sekolahnya. Setelah dibujuk untuk berdamai dengan ibunya, anak ini mau berdamai, namun dengan syarat:

  1. Pertama ijazah SD dan SMP milik si anak diberikan kepadanya.
  2. Kedua, sepeda motor Honda CBR yang dibelikan ibunya diminta kembali.
  3. Ketiga, dia minta uang senilai Rp 50 juta. Alasannya untuk biaya kuliah dan modal usaha.

Beberapa tahun silam juga ada kejadian serupa, Nenek Fatimah (90) kembali lolos dari gugatan perdata terkait sengketa tanah yang dilayangkan kedua kalinya oleh anak dan menantunya yakni Nurhanah dan Nurhakim, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Senyum sumringah keluar dari wajah ibu delapan anak ini setelah mendengar putusan majelis hakim yang menyatakan tidak dapat menerima gugatan (N.O) pihak penggugat dalam sidang yang digekar pada Selasa (21/4/2015).

“Alhamdulillah sudah selesai. Saya capek ikut sidang,” kata Fatimah saat keluar dari ruang sidang PN Tangerang. Kuasa hukum Fatimah, Aris Purnomo Hadi menjelaskan, hakim menyatakan N.O karena pihak penggugat, Nurhakim, merasa tidak pernah membuat surat pernyataan menjual dan bersedia balik nama tanah seluas 397 meter persegi yang terletak di Gang Musholla RT 02/01, Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.

Berbakti Kepada Orang Tua

Berbuat baik kepada kedua orangtua di antara amalan-amalan yang paling mulia dan sangat dicintai Allah.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِير
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik ) kepada ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapinya  dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-ku lah kamu kembali. “ ( QS : Luqman : 14 )

Dan sebaliknya, durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Dimana Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ثَلاَثًا قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
”Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa besar yang paling besar (diucapkan 3 kali), para shahabat berkata: ‘Tentu wahai Rasulullah’, Rasulullah shallallaahu ‘alahi wa sallam bersabda: ‘ Menyekutukan Allah (berbuat syirik) dan durhaka kepada orang tua…  ” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Baca Juga

INILAH DOSA ORANG TUA KEPADA ANAK

INILAH DOSA ORANG TUA KEPADA ANAK

INILAH DOSA ORANG TUA KEPADA ANAK – Saat terlahir, seorang anak berada di atas fitrah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *