Beranda / Ilmu / Kebakaran di Pasar Senen: Butuh Kesabaran

Kebakaran di Pasar Senen: Butuh Kesabaran

Jendelainfo.com – Innalilahi wa inna ilaihi raji’un… Pagi ini, kamis 19 Januari 2017, terlihat asap membumbung tinggi di pusat kota Jakarta. Asap tebal berwarna hitam pekat ternyata berasal dari musibah kebakaran di salah satu lokasi utama perniagaan Ibu Kota, Pasar Senen.

Kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.43 WIB akibat adanya korsleting listrik di lantai dasar. Api membakar barang-barang yang terdapat di lantai dasar dengan cepat hingga api pun naik ke lantai satu kemudian ke lantai dua. Hingga kini api telah melalap ke lantai tiga. Allahu musta’an.

Hingga pukul 10.30 WIB api masih terus menyala, pihak Dinas Pemadam Kebakaran DKI yang telah mengeluarkan sekitar 55 unit lebih mobil damkar masih belum bisa memadamkan api. Pemadaman api menemui kendala berlapis karena barang-barang yang terbakar terdiri dari bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kayu, plastik, kain dan karpet.

Pintu-pintu masuk ke gerbang pasar yang masih terkunci, sempitnya akses ke titik api semakin menyulitkan para anggota damkar dalam menaklukan api. Belum lagi para pedagang yang menjadi kendala tersendiri bagi petugas damkar karena hilir mudiknya mereka menyelamatkan barang-barang dagangannya membuat proses pemadaman sedikit mengalami kendala.

Demikian gambaran sekilas tentang kebakaran hari ini di Pasar Senen Jakarta Pusat. Kita pun hanya bisa mendoakan kepada para petugas pemadam kebakaran agar mereka diberikan kekuatan dan kesabaran dalam tugasnya. Semoga Allah mengganjar mereka dengan kebaikan.

Butuh Kesabaran

Teruntuk para pedagang Pasar Senen yang terkena musibah ini, kami hanya bisa memberikan sebuah hadits,

《مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَاغَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ》

Artinya: “Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari).

Tentunya bersabar adalah pasrah dan menerima takdir dengan lapang dada, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mencacati kesabaran seperti menangis dengan histeris, memaki-maki, mengumpat dan perkara lain yang menunjukkan sikap ketidaksabaran. Yakinlah bahwa Allah mempunyai hikmah yang agung atas semua takdir dan kehendak-Nya. Wallahu alam. (Ulungtoto)

Baca Juga

Mencegah Upaya Provokasi dan Adu Domba di Antara Warga Negara

Jendelainfo.com – Sebagian orang beranggapan bahwa keberhasilan pemberantasan aksi terorisme adalah dengan cara menangkap para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *