Beranda / Ilmu / Kebiasaan Merayakan Tahun Baru

Kebiasaan Merayakan Tahun Baru

Jendelainfo.com – Laju kendaraan di jalan berbagai kota malam itu tiba – tiba terhenti. Hilir mudiknya manusia malam itu pun mendadak hening.

Mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat, mulai dari anak muda sampai orang tua, entah dia laki-laki ataupun perempuan, malam itu semuanya bercampur baur untuk sekedar mencurahkan rasa gembira dan bahagia.

Malam itu seakan sebuah peristiwa penting yang tidak boleh dilewatkan oleh manusia.

Tidak hanya di Indonesia, malam tersebut mendadak menjadi sebuah ajang perayaan di berbagai negeri di seluruh penjuru dunia. Masing-masing kota dan negeri mempunyai ciri khas tersendiri dalam menyambutnya.

Pesta pora, hura-hura, panggung hiburan dan berbagai macam pentas seni diadakan sebagai bentuk pembukaan dalam menanti acara utama.

Malam itu hampir semua sepakat, di segenap penjuru dunia, bahwa bertepatan dengan pukul 00.00, memasuki hari baru diawal tahun baru MASEHI. Mereka menghentikan semua aktifitas kendaraan dan hilir mudik mereka untuk memeriahkannya dengan cara mengucapkan “SELAMAT TAHUN BARU” atau dengan ucapan sesuai bahasa masing-masing negeri.

Persoalannya adalah, selama ini sebagian orang menganggap perayaan tahun baru merupakan perkara yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama tertentu. Padahal, apabila dilihat dari penanggalan saja, perayaan tahun baru merujuk kepada penanggalan Masehi.

Dan, penanggalan Masehi dimaklumi terkait erat dengan suatu agama tertentu. Dalam hal ini perayaan tahun baru merupakan kebiasaan agama Nashrani atau Kristen.

Peringatan Rasulullah

Bukankah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alahi Wasallam, nabinya ummat muslim pernah bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ ، وَمَنْ أَحَبَّ قَوْمًا حُشِرَ مَعَهُمْ

“Barangsiapa yang meniru kebiasaan suatu kaum, maka dia bagian dari kaum tersebut.” (HR. Abu Dawud)

Peringatan Nabi tersebut hendaknya menjadikan kita sebagai muslimin merasa khawatir, jangan sampai dengan kita ikut-ikutan dalam acara perayaan tahun baru agama lain, kita terkena peringatan tersebut.(OK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *