Beranda / Warta / Kehancuran Ekonomi Negara Cikal-Bakal Demokrasi

Kehancuran Ekonomi Negara Cikal-Bakal Demokrasi

Jendelainfo.com – Yunani tak hanya sedang mengalami krisis, tetapi nasib mereka memang sudah sangat kritis. Sebuah kehancuran ekonomi negara cikal-bakal demokrasi.

Tingkat kepercayaan dunia internasional kepada negara ini makin menipis. Salah satu indikatornya terlihat dari terus merosotnya peringkat utang Yunani.

Sebelum krisis parah melanda, rating utangnya masih A. Pada 22 Oktober 2009, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan peringkatnya men jadi A-. Tidak genap dua bulan kemudian, Fitch kembali menurunkan peringkatnya menjadi BBB+.

Selain Fitch Ratings, lembaga pemeringkat utang Standard and Poor’s (S&P) pun mengambil langkah serupa. Pada 16 Desember 2009, S&P menurunkan pe ringkat utang Yunani dari A- menjadi BBB-. Sepekan kemudian, Moody’s juga me ngambil langkah yang sama, mengurangi peringkat utang Yunani dari A1 menjadi A2.

Tingkat kepercayaan kreditor kepada Yunani pada 2010 makin luntur karena beberapa lembaga pemeringkat utang kembali menurunkan levelnya. Fitch pada 9 April 2010, mengubah peringkat utang Yu nani dari BBB+ menjadi BBB-. Kemu dian, Moody’s menurunkan level Yunani menjadi A3 dari sebelumnya A2 pada 22 April 2010.

Tahun 2015, proses kehancuran ekonomi negara Yunani berlanjut. Pemerintah Yunani mengeluarkan pengumuman publik bahwa semua bank di Yunani akan ditutup secara serentak hingga batas akhir 6 Juli 2015. Demikian seperti dikutip New York Times.

Akibat penutupan bank tersebut, warga Yunani pun berbondong-bondong mendatangi ATM dan mengambil uang mereka meski harus antre dengan waktu yang cukup lama. Saat mengambil uang di ATM pun mereka juga dibatasi maksimal hanya bisa menarik sebanyak 60 Euro saja.

Keputusan penutupan bank yang disampaikan oleh Perdana Menteri Alexis Tsipras dalam pidatonya yang ditayangkan pada Minggu (28/6/15) malam tadi ini dilakukan menyusul pernyataan Bank Sentral Eropa yang mengatakan tidak akan memperpanjang masa pinjaman Yunani.

Kisah Pilu di Tahun 2017

2017, kehancuran ekonomi negara Yunani  belum berakhir. Tidak pernah terbayangkan oleh Dimitra (73 tahun) jika hidupnya hanya mengandalkan sedikit beras, dua kantong pasta, satu paket buncis, sedikit kurma dan sedikit susu selama satu bulan.

Dia adalah salah seorang warga Yunani yang terkena imbas krisis finansial.

Dimitra seorang yang seorang pensiunan ini menolak menyebutkan nama belakangnya. Masih ada stigma untuk tidak para penerima sedekah di Yunani.

“Tidak pernah terbayang dalam fikiran saya. Saya hidup sangat hemat. Saya tidak pernah liburan. Tidak, tidak, tidak,” katanya.

Tujuh tahun yang lalu Yunani dinyatakan bangkrut. Kemiskinan semakin parah. Tidak ada negara yang mengalami kemiskinan di Eropa seperti yang dialami Yunani.

Arab Saudi VS Yunani

Arab Saudi seringkali dipojokkan, disudutkan, terkait dengan sistem pemerintahan di Negara tersebut yang disebut jauh dari nilai-nilai Demokrasi. Tetapi apa hendak dikata, ternyata kemakmuran suatu negara tidak diukur dari keberhasilan Demokrasi.

Dan memang, negara seperti Amerika bahkan sekarang juga sedang merasakan bahwa Demokrasi merupakan pilihan buruk. Tulisan Paul Craig Roberts berjudul The Collapse of Western Democracy memberikan gambaran jelas bagaimana Demokrasi pun mengalami krisis di Amerika dikaitkan dengan berbagai kebijakan Presiden Trump.

Kestabilan ekonomi dan pemerintah tidak diraih dengan Demokrasi.

Ingatlah janji Allah,

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا [الطلاق:2-3]

Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan berikan jalan keluar baginya, dan Allah beri rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sesungguhnya Allah akan menyampaikan perkaraNya. Allah telah menjadikan segala sesuatu sesuai taqdirnya (Q.S at-Tholaq: 2-3)

Maka,

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah menuju ampunan Tuhan kalian, dan surga yang lebarnya selebar langit dan bumi yang disediakan bagi orang yang bertakwa (Q.S Ali Imran:133)

Baca Juga

Saudi Arabia - Vision 2030

Benarkah Kondisi Ekonomi Saudi Pemicu Kunjungan Arab Saudi setelah 40 tahun?

Jendelainfo.com – Ramai diperbincangkan saat ini tentang kunjungan kenegaraan pemerintah Kerajaan Arab Saudi ke Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *