Beranda / Warta / Ketika Penjahat Narkoba Menyalahgunakan Cadar

Ketika Penjahat Narkoba Menyalahgunakan Cadar

Jendelainfo.com – Semakin hari semakin banyak orang yang membuat citra Islam dan atributnya tercitrakan negatif. Pakaian syar’i yang pada asalnya mencerminkan pemakain orang yang taat beragama, dikesankan hanya sebagai kedok menutupi tindak kejahatan.

Ramainya media yang memberitakan adanya wanita bercadar berusaha menyelundupkan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarkatan Kelas 1 Semarang, Selasa (11/4/17). Dengan alasan ingin membesuk Warga Binaan Pemasyarakatan Fajar Hidayat pukul 10.20 WIB, wanita yang teridentifikasi bernama Lusiana atau Dewi Novianti ini melewati penggeledahan badan dan barang.

Namun petugas layanan mendapati Lusiana membawa narkoba jenis sabu-sabu dalam klip plastik putih bungkusan rokok sebanyak 42 paket. Selain sabu-sabu, perempuan yang diketahui istri dari Erwin Sindu Aditama penghuni Lapas Semarang ini juga membawa handphone dan sim cardnya dan dijadikan sebagai barang bukti oleh Polisi.

Kepala Lapas Semarang, Taufiqurrahman memerintahkan Kepala Satuan Pengamanan Lapas untuk menghubungi Kepolisian Sektor Ngaliyan, pada pukul 11.00 WIB Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ngaliyan AKP Muhammad Bahrin pun datang ke Lapas Semarang.

Setelah melakukan pemeriksaan dan serah terima, Lusiana langsung dibawa ke Polsek Ngaliyan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Seorang wanita muslimah yang baik, mereka berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan perintah agamanya. Termasuk sebuah ketaatan bagi seorang wanita muslimah adalah pakaian yang termaktub dalam surat Al Ahzab ayat 59

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّ ۗ ذٰ لِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri kaum mukminin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Jadi cadar sebuah ketaatan dan bagian dari agama yang suci. Tidak boleh dijadikan sebagai kedok atau kamuflase untuk menutupi kejahatan dan kejelekan jiwa.

Seorang yang taat beragama, haruslah menjalankan agama ini dalam semua aspek. Di samping ajaran
Islam yang bersifat penampilan luar, aspek keimanan dan akhlakul karimah juga harus dilaksanakan.

Baca Juga

bai'at

PENJELASAN BAI’AT SESUAI AL-QUR’AN DAN HADITS

Masalah bai’at bukanlah hal yang asing di dunia Islam. Perkara ini cukup ramai dibicarakan. Namun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *