Beranda / Warta / Kewaspadaan Pemerintah Terhadap Potensi Bahaya Internet

Kewaspadaan Pemerintah Terhadap Potensi Bahaya Internet

Jendelainfo.com – Merunut ke belakang, tepatnya pada tanggal 4 Mei 2007 telah diterbitkan Peraturan Menteri Nomor 26/PER/M.KOMINFO/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Protokol Internet. Menteri Komunikasi dan Informatika dalam hal ini menunjuk Indonesia Security Incident Response Team on Internet and Infrastructure/Coordination Center (Id-SIRTII/CC) yang bertugas melakukan pengawasan keamanan jaringan telekomunikasi berbasis protokol internet. Usaha untuk menangkal sedini mungkin bahaya internet.

Selain konsentrasi pada keamanan infrastruktur, tentunya Pemerintah juga perlu waspada terhadap materi website. Kebijakan yang telah ditempuh seperti Trust+ merupakan hal yang baik. Sebelum itu, masyarakat pun telah berpartisipasi dengan menggulirkan kampanye Internet Sehat. Sasaran utamanya adalah muatan pornografi yang memang marak pada tahun itu.

Dalam hal ini, perlu mengingatkan kembali terhadap keberadaan situs-situs/akun-akun radikal dan mempropagandakan terorisme yang dilabeli dengan jihad, padahal bukan jihad. Juga situs-situs/akun-akun liberal, yang tak jarang memuat tulisan-tulisan yang menistakan Islam namun dikemas sebagai analisa ilmiah, padahal sangat menodai agama dan meresakan kaum muslimin.

Tak kalah berbahaya pula situs-situs/akun-akun berpaham Syiah. Kenapa? Salah satu ajaran pentingnya adalah boleh bertaqiyah (mengelabuhi), dan tidak jarang menyudutkan Sunni dengan bahasa yang telah dikemas dan dipoles sedemikian rupa. Termasuk situs-situs/akun-akun aliran kiri yang sekarang menjamur.

Pemerintah dituntut untuk tidak lengah akan bahaya internet. Ungkapan pena (keyboard) lebih tajam daripada pedang masih tetap berlaku hingga sekarang. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *