Beranda / Warta / Lagi, Berita Hoax Berujung Anarkis

Lagi, Berita Hoax Berujung Anarkis

Belum satu bulan berlalu, tepatnya tanggal 10 Januari 2017, warga tiga desa yaitu Parean Girang, Bulak, dan Ilir menyerang satu desa (Desa Curug) di kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Diduga, penyebabnya adalah berita Hoax. Lagi-lagi tentang hoax.

Tentu kita sering mendengar istilah Hoax. Apa itu Hoax? Istilah Hoax di dalam Kamus Meriam Webster didefinisikan sebagai suatu trik untuk menjadikan orang lain percaya pada sesuatu yang sesungguhnya adalah salah. Sehingga jika berita tersebut adalah hoax, maka berita tersebut tidak benar adanya.

Fenomena tersebut adalah satu di antara pentingnya kita perlu untuk senantiasa mengecek, memastikan, setiap berita yang kita terima.

Berita Hoax dan Teknologi Informasi

Disadari atau tidak, saat ini kita sudah menjadi ‘budak’ teknologi. Coba perhatikan. Bangun tidur, yang dilihat gadget, di jalan, sedang naik kereta, mengendarai bahkan mohon maaf di kamar kecil pun yang dibawa gadget atau smartphone.

Memang teknologi seperti pisau bermata dua, bergantung pada bagaimana memperlalukannya. Kejadian di atas tentunya menjadi pelajaran bahwa terkadang kita kurang bijak dalam menerma dan menyebarkan berita, Ketika melihat bagus dan menerik langsung share, forward, tanpa melihat dampak dan implikasinya.

Anda bisa banyangkan dengan jemari orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang bermain begitu lincahnya di atas touchscreen dan ternyata itu hoax. Dan kemudian, tanpa kita sadar serta merasa bersalah menyebabkan puluhan orang saling mengeluarkan parang, golok dan senjata tajam saling serang tanpa diketahui dengan pasti apa dan siapa yang menjadi sebab mereka bertindak demikian. Semoga kita menjadi orang yang cerdas dan senantiasa berhati–hati terhadap berita berita hoax. (TTH)

Baca Juga

Penanggulangan Terorisme di Indonesia

Bantahan Pemerintah Saudi Terhadap Hoax Terkait Kasus Ahok

Kerajaan arab saudi tegaskan maklumat terkait kasus Ahok adalah hoax. Hal ini sebagaimana dimuat media …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *