Beranda / Warta / Lagi, Warga Arab Saudi Maafkan TKI

Lagi, Warga Arab Saudi Maafkan TKI

Jendelainfo.com – Tahun 2013 lalu, seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia,  Halimah binti Tarma Amir,  yang dituduh membunuh anak majikan, selamat dari hukuman mati setelah keluarga majikan memaafkannya tanpa syarat.

Halimah pemegang iqomah (KTP bagi warga asing) 2273043196 dibebaskan  dari Mahkamah (Pengadilan) Riyadh karena di maafkan majikan tanpa dibebankan   biaya diyat (uang darah) satu riyal pun.

“Info pembebasan Halimah diterima dari penterjemahnya Usman Awad Jaidi, yang mendampinginya selama persidangan. Dalam proses sidang, Halimah juga didampingi pembela hukum Nasir dan Dani,” kata Ketua Bidang Etik Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) di Jakarta.

Dan baru-baru ini, kejadian warga Arab Saudi maafkan TKI kembali terjadi. Ghaleb Nasir al-Hamri al-Balawi mencabut tuntutannya terhadap tenaga kerja Indonesia atau TKI di pengadilan di Arab Saudi sebelum vonis dijatuhkan. Ghaleb memaafkan TKI yang disebutnya telah menyiksa hingga tewas bayi perempuannya berusia 11 bulan.

Ghaleb menuturkan ada beberapa alasan untuk memaafkan TKI yang menghilangkan nyawa bayinya tujuh tahun lalu. “Yang paling penting adalah perintah Allah untuk memaafkan, dan mencari berkat dan cinta Allah. Lebih lanjut, orang tua saya mengajarkan kami memaafkan orang lain dan mereka meminta bebaskan rumah agar lebih bersih. Ketiga, melihatnya dihukum tidak akan membuat anak saya kembali hidup. Di samping itu saya akan menghancurkan seluruh hidupnya terutama dia masih muda,” kata Ghaleb kepada Al Arabiya.Net, 24 Maret 2017.

Kemuliaan Tindakan Mema’afkan Kesalahan

Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam telah menegaskan bahwa orang yang mampu menahan dirinya di saat marah dia sejatinya orang yang kuat. Beliau bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيْدُ باِلصُّرْعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang yang kuat bukan yang banyak mengalahkan orang dengan kekuatannya. Orang yang kuat hanyalah yang mampu menahan dirinya di saat marah.” (HR. Al-Bukhari)

Telah pula diketahui bahwa orang yang memaafkan kesalahan orang lain, disamping tinggi kedudukannya di sisi Allah subhanahuwata’ala, ia juga mulia di mata manusia. Demikian pula ia akan mendapat pembelaan dari orang lain atas lawannya, dan tidak sedikit musuhnya berubah menjadi kawan. Nabi shalallahu’alaihiwasallam bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ

“Shadaqah –hakikatnya– tidaklah mengurangi harta, dan tidaklah Allah subhanahuwata’ala menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati (tawadhu’) karena Allah subhanahuwata’ala melainkan diangkat oleh Allah subhanahuwata’ala.” (HR. Muslim)

Maka sebuah kemuliaan pula ketika warga Arab Saudi maafkan TKI, sebagaimana juga kemuliaan bagi kita semua ketika melakukannya. In syaa Allah.

Baca Juga

Tuduhan Terhadap Pemerintah Arab Saudi Yang Tidak Pernah Terbukti

Jendelainfo.com – Berikut ini adalah bagian terakhir rangkaian artikel bantahan terhadap tuduhan berbagai pihak terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *