Beranda / Warta / Larang Valentine’s Day, Salah Satu Perhatian Pemerintah dalam Menjaga Generasi Muda

Larang Valentine’s Day, Salah Satu Perhatian Pemerintah dalam Menjaga Generasi Muda

Jendelainfo.com – Dinas Pendidikan Pemerintah Kota Surabaya telah mengeluarkan surat edaran tentang pelarangan siswa-siswinya yang duduk di bangku Sekolah Dasar dan Sekolah Menenggah Pertama untuk merayakan valentine’s day. Surat yang tertanggal 1 Febuari 2017 bernomor 000/1035/4367.1/2017 itu berisikan ketegasan pihak Dinas Pendidikan Pemkot Surabaya agar semua pihak sekolah SD dan SMP negeri ataupun swastanya tidak merayakan hari kasih sayang secara mutlak, tidak di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

Di dalam surat edaran ini pula terdapat himbauan agar orang tua / wali murid pelajar Kota Surabaya dapat mengawasi putra-putrinya terkait pelarangan perayaan ini. Alasan pelarangannya sebagaimana dilansir dalam situs resmi dispendik.surabaya.go.id adalah karena bertentangan dengan norma sosial dan budaya Indonesia. Suatu langkah maju guna menjaga generasi muda.

Pembaca yang budiman, ini merupakan tindakan yang tepat, karena perayaan valentine’s day semakin hari semakin menjadi. Di samping bertentangan dengan norma-norma sosial dan dan budaya Indonesia, lebih dari itu adalah bahwa perayaan ini bertentangan dengan syariat Allah Yang Maha Pencipta. Allah berfirman,

《وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا》

Artinya:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk.” (Al Isra: 32).

Allah telah melarang kita untuk mendekat kepada perbuatan zina, dan sudah dimaklumi bahwa perayaan valentine’s day adalah sarana untuk melancarkan aksi zina. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

《كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُمِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُه》

Artinya:
ُ“Setiap anak Adam telah ditetapkan bagiannya untuk berzina dan ini suatu yang mesti ditemui. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga adalah dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berandai-andai. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkannya atau mengingkarinya.” (HR. Muslim).

Pembaca yang budiman, semoga hal ini bisa menjadi penyemangat bagi daerah-daerah lain. Mari kita bersama mendukung himbauan positif ini. Kita doakan pemerintah dengan kebaikan, karena baiknya mereka akan berimbas positif untuk kita juga selaku rakyat. (Ulungtoto)

Baca Juga

MUI Pusat Imbau Umat Islam tidak Merayakan Hari Valentine

Setelah MUI berbagai wilayah beserta pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota mengeluarkan larangan perayaan hari Valentine, tiba gilirannya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *