Beranda / Ilmu / Latar Belakang Aksi Terorisme Berkedok Agama

Latar Belakang Aksi Terorisme Berkedok Agama

Jendelainfo.com – Latar belakang aksi terorisme berkedok agama tidak dapat dipisahkan dari keberadaan Setan penyesat. Setan berusaha  menyesatkan manusia dan tidak peduli dari mana seorang hamba itu tersesat. Tersesat melalui  jalan meremehkan sehingga dia meninggalkan kewajiban-kewajiban yang diwajibkan Allah, atau dari jalan berlebih-lebihan sehingga dia menciptakan kewajiban-kewajiban baru yang tidak diwajibkan Allah.

Khawarij adalah contoh kelompok sesat akibat sikap berlebih-lebihan.  Kesesatan mereka antara lain berupa sikap berlebih-lebihan (serampangan) dalam permasalahan takfir (pengkafiran). Mereka mengkafirkan kaum muslimin yang melakukan perbuatan dosa besar, atau mengkafirkan penguasa/pemerintah kaum muslimin. Penguasa/pemerintah kaum muslimin yang dimaksudkan meliputi juga TNI dan POLRI yang keumuman mereka beragama islam.

Pada akhirnya, mereka pun menghalalkan darah kaum muslimin, terutama yang dianggap sebagai thagut dan pembelanya. Seperti yang tertulis pada selembar kertas, tulisan salah seorang terduga teroris yang tertangkap di Waduk Jatiluhur Purwakarta baru-baru ini.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَرْمِي رَجُلٌ رَجُلاً بِالْفُسُوْقِ، وَلاَ يَرْمِيْهِ بِالْكُفْرِ، إِلاَّ اِرْتَدَّتْ عَلَيْهِ إِنْ لَمْ يَكُنْ صَاحِبُهُ كَذَلِكَ.
“Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau pun kekufuran, melainkan tuduhannya itu akan kembali kepada dirinya jika orang yang dituduh tidak seperti yang ia tuduhkan.” (HR. Bukhari).

Kebodohan terhadap ilmu agama adalah di antara penyebab mereka serampangan dalam permasalahan takfir (pengkafiran). Padahal, tidak boleh bagi seseorang mengatakan perbuatan itu perbuatan kekufuran dalam keadaan Allah dan Rasul-Nya tidak mengatakan demikian.

Pembagian Takfir

Takfir (pengkafiran) dibedakan menjadi dua yaitu Takfir Umum dan Takfir Khusus. Pertama, Takfir Umum, didasarkan kepada perbuatan yang Allah dan Rasul-Nya katakan sebagai perbuatan kekafiran. Kedua, Takfir Khusus, didasarkan pada perbuatan kekafiran yang dilakukan oleh seseorang.

Penetapan Takfir Khusus harus terpenuhi syarat-syaratnya. Pertama terdapat syarat-syarat seseorang dikafirkan, dan kedua keharusan tidak adanya penghalang-penghalang bagi seseorang yang dikafirkan. Tidak semua orang dapat dan boleh melakukannya. Para ulama, dengan segala ilmu dan pemahamannya sebagai karunia dari Allah saja yang boleh melakukannya, bukan orang-orang bodoh yang terkontaminasi dengan pemahaman sesat khawarij.

Hal ini juga dapat dijadikan pelajaran bagi kita betapa bahayanya kebodohan terhadap ilmu agama, sebuah perkara yang dapat menyeret seseorang kepada paham khawarij. (Joko, JendelaInfo)

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *