Beranda / Warta / Layakkah Mempertanyakan Keseriusan Pemerintah Selesaikan Kasus 1965?

Layakkah Mempertanyakan Keseriusan Pemerintah Selesaikan Kasus 1965?

Jendelainfo.com – Anggota Panitia Pengarah Kongres IPT 1965, International People’s Tribunal (IPT) 1965, merasa bahwa tidak ada tindak lanjut penyelesaian kasus 1965.

Hal itu diungkapkan pada hari Minggu (19/03) dimana Komisi Nasional Anti Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia  atau YLBHI mempertanyakan keseriusan pemerintah menangani peristiwa pelanggaran hak asasi manusia 1965.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ketidakjelasan ada pada hasil simposium 1965 yang diselenggarakan pemerintah pada April tahun lalu. Salah satu hasil simposium  menyatakan pemerintah terlibat dalam tragedi 1965 dan harus menyatakan permintaan maaf serta melakukan rehabilitasi. Simposium ini merupakan kelanjutan dari hasil sidang Mahkamah Rakyat Internasional di Den Haag, Belanda, pada pertengahan November 2015.

Tanggapan Pemerintah

Jauh-jauh hari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menegaskan Indonesia tidak akan mengikuti putusan Majelis IPT untuk meminta maaf atas kejahatan kemanusiaan 1965.

“Apa urusan dia (IPT 1965)? Dia kan bukan atasan kita. Indonesia punya sistem hukum sendiri saya tidak ingin orang lain mendikte bangsa ini,” kata Menkopolhukam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Menteri juga menegaskan Indonesia adalah bangsa besar sehingga mengetahui cara menyelesaikan masalahnya sendiri. Ia meminta pihak lain tak perlu ikut campur.

“Kita selesaikan masalah kita dengan cara kita dengan nilai-nilai yang bersifat universal,” ucap beliau.

Dan bahkan lebih jauh beliau juga membantah putusan majelis hakim IPT yang menyebut bahwa tindakan kejahatan kemanusiaan berupa genosida terjadi pada peristiwa 1965.

Menurut Menkopolhukam, jumlah korban yang tercantum dalam putusan tersebut tidak bisa dibuktikan secara sah berdasarkan hukum.

Maka layakkah mempertanyakan keseriusan pemerintah?

Baca Juga

Palu Arit di Sekolah

Jendelainfo.com – “Announcing the Robert S Kenny Prize”. Tulisan dalam Bahasa Inggris itu dilengkapi dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *