Beranda / Ilmu / LUAR BIASA! INI RAHASIA 5 MANFAAT PUASA UNTUK KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI

LUAR BIASA! INI RAHASIA 5 MANFAAT PUASA UNTUK KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI

Jendelainfo.com – Puasa Ramadhan adalah satu di antara ibadah yang diwajibkan oleh Allah bagi umat Islam. Sebagaimana ibadah lainnya, senantiasa ada hikmah atau manfaat dibalik perkara yang diperintahkan oleh Allah. Dalam hal ini, puasa bagi kesehatan telah lama diteliti oleh para ahli medis, ahli kecantikan serta ahli gizi klinis dan hasilnya sungguh sangat mencengangkan.

Penelitian-penelitian ilmiah yang telah dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa puasa Ramadhan tidak memilik efek yang merugikan pada metabolisme jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil lipid dan endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri.

Berikut kami rangkumkan beberapa manfaat puasa untuk kesehatan baik jasmani maupun rohani:

1. Puasa Mencegah Diabetes, Obesitas, Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Dengan kita mengurangi asupan makanan maka secara otomatis keseimbangan kadar gula darah dan kolesterol menjadi terjaga. Peningkatan lemak baik HDL dan apoprotein alfa1 serta penurunan lemak jahat LDL ketika puasa menyebabkan resiko Hiperkolesterolemia dan obesitas akibat kelebihan gula dan makanan berlemak menjadi kecil sehingga mampu mencegah penyakit Jantung dan pembuluh darah.

Adrenalin yang turun ketika puasa menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi lebih luas sehingga aliran darah jantung menjadi lebih lancar.

2. Puasa memperbaiki proses pencernaan dan restorasi sel

Dengan berpuasa maka usus dalam tubuh bisa beristirahat sejenak, selain itu akan lebih bersih dari kelebihan sisa-sisa endapan makanan. Selain itu berpuasa juga memperbaiki sistem pencernaan kita, sehingga sirkulasi makanan dan buang air menjadi lebih lancar.

Pola makan saat kita berpuasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan buka puasa. Terjadi perubahan dan format ulang proses konversi yang massif dari asam amino yang terakumulasi dari makanan sebelum didistribusikan dalam tubuh sehingga memberi kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Sel lemak yang mengendap dalam hati akan dibongkar sehingga tidak terjadi penumpukkan lemak berlebih.

3. Puasa membantu ginjal dalam proses ekskresi dan penyaringan zat beracun

Fungsi ginjal akan maksimal bila kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara adalah dengan mengurangi asupan air yaitu ketika berpuasa. Apabila kerja ginjal bisa berjalan dengan optimal maka proses ekskresi dan penyaringan zat berbahaya apapun yang kita makan dan minum bisa berjalan dengan lancar.

Penelitian juga menunjukkan bahwa selama berpuasa asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak menyebabkan pengasaman dalam darah. Puasa tidak mempengaruhi jumlah retikulosit, konsentrasi Hb dan volume eritrosit jika dibandingkan dengan oran yang tidak berpuasa.

4. Puasa meningkatkan system kekebalan tubuh (immune system)

Ketika berpuasa jumlah sel limfosit meningkat signifikan hingga sepuluh kali lipat. Walaupun jumlah total sel darah putih tidak berubah namun ternyata sel T mengalami kenaikan pesat yang tentunya hal ini memberikan pengaruh yang besar terhadap sistem imunitas tubuh, sehingga puasa justru menghindarkan kita dari berbagai virus dari lingkungan luar/makanan yang tidak baik. Penurunan hormon testoteron dalam tahap awal puasa tidak menyebabkan ganguan pada kesuburan pria selama berpuasa.

5. Puasa meningkatkan kesehatan mental dan psikologis

Adrenalin yang turun selama berpuasa menyebabkan kondisi rohani dan psikologis menjadi tenang, terkendali dan tidak dipenuhi rasa marah yang berlebihan. Uniknya menurut penelitian ternyata pikiran yang melambat ini membuatnya justru bekerja lebih tajam.

Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial, dimana hal ini akan berdampak pula pada mental seseorang. Seorang ilmuwan di bidang kejiwaan yang bernama Dr.Ehret menyatakan bahwa beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.

Meskipun puasa Ramadhan aman untuk semua orang sehat dan beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang tetap harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti rekomendasi ilmiah. Adanya manfat kesehatan jasmani dan rohani yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekuler.

Terlepas dari itu semua, hikmah ibadah puasa jauh lebih tinggi. Syariat yang datang dari Sang Pencipta jagat raya ini pastilah membawa kebaikan untuk makhluk itu sendiri. Termasuk ibadah puasa. Di sana terdapat banyak manfaat puasa. Manfaat yang besar dari ibadah puasa, dan tidak semuanya dapat diketahui.

Maka jalankanlah syariat Allah Sang Pencipta dengan penuh keikhlasan. Yakinlah bahwa itulah yang terbaik dan membawa manfaat. (BG)

Baca Juga

vaksinasi mr

PENTINGKAH VAKSINASI MR DAN VAKSINASI LAINNYA?

VAKSINASI MR – Pemerintah melalui kementerian kesehatan saat ini sedang gencar mencanangkan dan mensosialisasikan program …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *