Beranda / Warta / Mahasiswa Diskors Karena Berani Menjajakan Paham Komunisme di Kampus

Mahasiswa Diskors Karena Berani Menjajakan Paham Komunisme di Kampus

Jendelainfo.com – Telah diatur dalam UU No 27 Tahun 1999 Pasal 107 tentang Perubahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan Kejahatan terhadap Keamanan Negara dan juga Tap MPR No. XXV Tahun 1996 mengenai Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di seluruh wilayah NKRI bagi PKI, dan Larangan Menyebarkan atau Mengembangkan Paham atau Ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme. Aturan sangat jelas bagi mereka yang coba-coba menjajakan paham komunisme.

Atas dasar ini polisi menyita buku berbau komunis di Grobogan, Jawa Tengah. Kemudian menggelar razia buku di sejumlah daerah. Tindakan represif pemerintah ini dianggap sejumlah akademisi sebagai bentuk ketakutan pemerintah terhadap hantu.

Sejalan dengan pemerintah Indonesia semakin giat dalam memberantas paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila, salah satunya Komunisme dan Marxisme. Sejalan dengan gerakan pemerintah tersebut, perusahaan e-commerce Bukalapak juga melakukan pembersihan terhadap beberapa lapak yang menjual koleksi buku dengan tema paham-paham tersebut.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar pernah mengatakan, bahwa penyitaan buku bermuatan komunisme adalah bagian dari proses penegakan hukum.

“Kami ingin membangun kesadaran hukum terkait demokrasi. Kami hanya menjalankan saja,” kata Boy.

Partisipasi Masyarakat

Kejadian belum lama ini, Telkom University, Bandung menghukum mahasiswanya terkait buku tentang komunis saat menggelar lapak buku di dalam kampus. “Skorsing itu tidak adil karena menghambat akademik,” kata Sinatrian Lintang Raharjo, salah seorang yang terkena sanksi. Ini adalah bentuk partisipasi masyarakat.

Kasus bermula ketika kelompok Perpustakaan Apresiasi menggelar lapak baca buku gratis di selasar Gedung Dekanat Telkom University, Bandung, 9 November 2016.

Wakil Rektor IV Bidang Kemahasiswaan M. Yahya Arwiyah, mempersoalkan izin kegiatan itu. Dia pun meminjam tiga buku di lapak untuk dipelajari, yaitu Manifesto Partai Komunis, serta dua judul Seri Buku Tempo tentang Nyoto dan Aidit.

Kritik bagi mereka yang mengatakan bahwa isu kebangkitan PKI hanyalah hantu komunisme, yang tidak ada ujudnya, yang dikatakan hanya untuk menyesatkan dan menakuti masyarakat, maka dapat ditanyakan kepada mereka tentang hal ini. Apakah banyak kejadian usaha pengenalan kembali ajaran komunisme hanyalah sebuah isu tanpa bentuk? Lantas apakah tujuan mereka melakukan hal itu? Apa yang mereka cari? Tidak lain dan tidak bukan, niat selalu mengikuti suatu tujuan. Maka, ya, kami katakan bahwa Komunis telah berusaha bangkit dan mungkin saja sudah bangkit.

Baca Juga

INILAH DOSA ORANG TUA KEPADA ANAK

INILAH DOSA ORANG TUA KEPADA ANAK

INILAH DOSA ORANG TUA KEPADA ANAK – Saat terlahir, seorang anak berada di atas fitrah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *