Beranda / Ilmu / Materi Ringkas Puasa Ramadhan (1) : Pengertian, Dalil, Macam, Hukum, Syarat Sah, Rukun, Niat dan Hikmah Puasa Ramadhan

Materi Ringkas Puasa Ramadhan (1) : Pengertian, Dalil, Macam, Hukum, Syarat Sah, Rukun, Niat dan Hikmah Puasa Ramadhan

Jendelainfo.com – Berikut ini kami rangkumkan artikel puasa dan makalah Puasa Ramadhan secara ringkas:

Pengertian Puasa

Kata puasa dalam bahasa Arab disebut Shaum atau Shiyam, artinya secara bahasa adalah “menahan”.
Definisi puasa dalam syariat adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dengan cara menahan diri dari segala hal yang membatalkannya yang dimulai sejak terbit fajar Shubuh hingga tenggelamnya matahari.

Adapun arti kata Ramadhan secara bahasa diambil dari kata ar-Ramd [arab: الرمض] yang artinya panasnya batu karena terkena terik matahari. Makna bulan Ramadhan adalah (يرمض الذنوب ) artinya membakar dosa-dosa, yaitu dengan melakukan amalan-amalan shalih.

Macam Puasa

Puasa sendiri terbagi menjadi dua macam, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Adapun puasa wajib ada tiga yaitu: puasa Ramadhan, puasa kaffarah (puasa tebusan), dan puasa nadzar.

Puasa Ramadhan hukumnya dan Dalilnya

Hukum puasa Ramadhan adalah fardhu ‘ain, yaitu wajib bagi setiap individu muslim untuk melaksanakannya. Dalil wajibnya puasa Ramadhan adalah firman Allah ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (QS. Al-Baqarah: 183).”

Puasa dan Islam

Puasa Ramadhan disyariatkan kepada umat Islam pada tahun kedua hijriyyah. Selama hidupnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa sebanyak sembilan kali Ramadhan.

Puasa merupakan salah satu rukun dari rukun-rukun Islam. Maka barangsiapa yang menentang dan mengingkari kewajibannya maka sungguh dia telah keluar dari agama Islam (kafir) dan wajib atasnya untuk dimintai taubat.

Syarat Sah Puasa Ramadhan

Siapakah yang Wajib berpuasa Ramadhan? Orang yang wajib menjalankan puasa Ramadhan memiliki syarat-syarat tertentu yaitu seorang muslim yang berakal, baligh, sehat, mukim, dan bila ia seorang wanita maka harus bersih dari haidh dan nifas.

Sementara itu tidak ada kewajiban puasa terhadap orang kafir, orang gila, anak kecil, orang sakit, musafir, wanita haidh dan nifas, orang tua yang lemah serta wanita hamil dan wanita menyusui.

Rukun Puasa Ramadhan

Rukun puasa adalah amalan yang harus dilakukan dalam berpuasa yang apabila tidak dilakukan, maka puasanya tidak sah. Rukun-rukun puasa tersebut adalah:

  1. Berniat sebelum fajar;
  2. Menahan diri dari pembatal puasa dari mulai terbit fajar sampai dengan tenggelam matahari

Niat Puasa Ramadhan

Wajib hukumnya untuk menetapkan niat di malam harinya (sebelum waktu subuh) untuk pelaksanaan puasa wajib. Berbeda dengan puasa sunnah yang diperbolehkan berniat di siang harinya, asalkan sejak terbit fajar hingga dia berniat dia memang belum makan atau minum apa pun.

Penetapan niat di malam hari itu hukumnya wajib dan termasuk syarat sahnya pelaksanaan puasa wajib. Niat sendiri adalah amalan kalbu (hati) sehingga yang benar tidak diperintahkan untuk melafazkan niat dengan lisan pada ibadah apa pun.

Berniat ini boleh dilaksanakan kapan saja baik di awal malam, pertengahannya maupun akhir malam sebelum waktu Shubuh.

Puasa Ramadhan dan Hikmahnya

Adapun manfaat dan hikmah puasa Ramadhan adalah sangat besar pengaruhnya dalam mensucikan jiwa dan mendidik akhlak serta memberikan kesehatan pada badan.

  1. Puasa akan menjadikan hati manusia untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala;
  2. Puasa Melatih dan membiasakan jiwa untuk sabar;
  3. Puasa Menahan dirinya untuk meninggalkan sesuatu yang biasa dilakukan seperti makan dan minum. Jiwanya akan diingatkan dengan keadaan orang-orang yang lapar dari kalangan orang orang miskin;
  4. Puasa dapat meninggalkan syahwat yang dia inginkan. Dengan puasa akan dapat menghentikan dan mengalahkan hawa nafsunya yang selalu menyeru kepada kejelekan;
  5. Puasa membuat hati manusia menjadi luluh dan mudah untuk mengingat Allah, sehingga Allah akan memudahkan pula baginya untuk menempuh jalan-jalan ketaatan;
  6. Puasa berpengaruh pada kesehatan tubuh manusia karena dengan berpuasa seseorang akan terlindungi tubuhnya dari berbagai macam zat yang terkandung dalam makanan yang bisa menyebabkan berbagai penyakit.(AH)

Baca Juga

Minyak Zaitun

Minyak Zaitun, Senjata Ampuh Lawan Kolesterol di Hari Raya

Jendelainfo.com – Lebaran telah tiba. Lapar dan dahaga selama bulan Ramadhan plus perjuangan ‘hidup mati’ saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *