Beranda / Warta / MCA Merusak Nama Muslim dengan Menebar Hoax

MCA Merusak Nama Muslim dengan Menebar Hoax

Jendi – The Family Muslim Cyber Army (MCA) menjadi topik pemberitaan hangat beberapa waktu ini. Seiring gencarnya upaya pemerintah memerangi berbagai informasi hoax, anggota kelompok yang memiliki beberapa nama ini ditangkap pihak berwenang karena diduga telah menimbulkan keresahan di masyarakat akibat berita hoax yang disebarkannya.

Beragam berita dibuat dan disebarkan. Tidak hanya berupa isu diskriminasi SARA, kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) juga menyebarkan soal hoax penganiayaan ulama dan PKI.

Tidak cukup sampai di situ, kelompok ini juga menyebarkan ujaran kebencian terhadap presiden dan beberapa tokoh negara.

Tidak jarang metode yang ditempuh untuk menyebarkan hoax adalah mencampur antara informasi yang baik dan benar dengan informasi yang menyesatkan.

Sebagai contoh, bahaya laten PKI memang nyata adanya dan kita harus waspada. Bangsa ini tak boleh lengah dari bahaya PKI.

Baca Juga : Mantan Panglima TNI: PKI Tetap Hidup Seperti Setan, tak Terlihat

Namun sangat disayangkan, terkadang sebagaian pihak menciptakan berita-berita yang tak benar terkait PKI.

Kewaspadaan terhadap PKI tidak berarti membuat berita bohong atau percaya pada berita dusta.

“Upaya-upaya provokasi itu seperti menyampaikan isu-isu yang negatif tentang PKI juga tentang penganiyaan ulama,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018) sebagaimana dikutip dari harian Tribun.

Hal tersebut merujuk terhadap sejumlah barang bukti yang telah disita polisi saat menangkap lima tersangka.

Masyarakat diminta bijak

Sejalan dengan kasus di atas, masyarakat dihimbau untuk bijak saat memberikan komentar di media sosial. Sebelum berkomentar harus memahami permasalahan. Jangan sampai memberi tanggapan yang sifatnya menjatuhkan, padahal belum tahu permasalahan.

“Dalam membuat komentar di sosial media itu seperti pisau bermata dua. Di sosial media tersebut suka atau tidak, orang yang dikomentari harus terima dengan kepala dingin,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian, Rabu (21/2/2018).

Nasehat bagi Kaum Muslimin

Di antara landasan syariat yang dipertimbangkan dalam menyikapi segala informasi adalah firman Allah subhanahu wa ta’ala,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ ٦

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al-Hujurat: 6)

Ayat ini adalah dalil yang tegas tentang wajibnya tabayyun, tatsabbut (meneliti kebenaran berita) dari seseorang yang fasik. AJB

Baca Juga

taqwa

Video: Taqwa Kunci Kejayaan Umat di Dunia dan Akhirat

tentang bersuci

Penjelasan Tentang Bersuci (Thaharoh)

Tentang Thaharoh (Bersuci) Pembahasan pertama: Penjelasan Pentingnya Bersuci, Pengertian serta Pembagiannya A. Pentingnya Bersuci Bersuci …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *