Beranda / Warta / Memalukan, Mahasiswa PMII Meremas Dada Satpol PP perempuan

Memalukan, Mahasiswa PMII Meremas Dada Satpol PP perempuan

Jendelainfo.com – Demonstrasi tidaklah terjadi kecuali menyisakan kerusakan yang lebih besar. Ibarat senjata paling ampuh, demonstrasi adalah cara terakhir untuk melampiaskan luapan emosi. Sampai terjadi tindakan memalukan oleh mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pun berani meremas dada Satpol PP perempuan. Benar, mahasiswa PMII meremas dada aparat pemerintah tersebut.

Unjuk rasa atau sering disebut pula dengan demonstrasi ini memang tidak hanya dilakukan oleh masyarakat bawah saja, tidak hanya dilakukan oleh orang miskin saja, bahkan tidak hanya dilakukan masyarakat yang kurang “terpelajar” saja, namun demonstrasi saat ini dipraktekan oleh hampir semua elemen masyarakat.

Alasan yang paling sering dijadikan senjata oleh para pendemo, biasanya dipicu dengan adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan seseorang atau kelompok tertentu.

Seperti apa yang terjadi senin (31/7/2017) yang lalu, anggota (PMII) dan juga kader NU mengadakan demonstrasi. Terjadi tindakan yang sangat memalukan dari salah seorang mahasiswa PMII yang ikut demo. Disaat terjadi saling dorong dengan Satpol PP perempuan yang berjaga di depan Balai Kota Bogor, anggota PMII meremas dada Satpol PP perempuan yang berinisial SW tersebut.

Kasatpol PP Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan “Iya, tadi ada anggota saya yang perempuan disentuh bagian dadanya oleh salah satu mahasiswa PMII yang demo, saat ini sudah dilaporkan dan sedang divisum”.

Nyatanya memang, sebuah amalan yang dilarang dalam syariat Islam pasti ada efek negatif yang akan terjadi. Syariat yang mulia ini tidak pernah mengajarkan demonstrasi, bahkan syariat ini melarang demonstrasi.

Dengan alasan menyampaikan kritik dan saran, yang namanya demonstrasi tetap tidak ada perintah dan contohnya dalam syariat ini.

Nabi kita, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sudah menggambarkan kondisi pemimpin-pemimpin yang akan datang, dan disampaikan pula bagaimana menyikapi para pemimpin tersebut.

إِنَّهَا سَتَكُوْنُ بَعْدِيْ أَثَرَةٌ وَأُمُوْرٌ تُنْكِرُوْنَهَا. قَالُوا: يَا رَسُوْلَ اللهِ فَمَا تَاْمُرُنَا؟ قَالَ: تُؤَدُّوْنَ الْحَقَّ الَّذِيْ عَلَيْكُمْ وَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الَّذِيْ لَكُمْ

“Sesungguhnya akan terjadi setelahku para pemimpin yang mementingkan diri mereka (tidak memberikan hak kepada orang yang berhak) dan perkara-perkara yang kalian ingkari.”

Mereka mengatakan, “Wahai Rasullullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?”

Beliau menjawab, “Berikan hak mereka yang menjadi kewajiban kalian dan mintalah kepada Allah hak kalian.”(HR.Bukhari dan Muslim)

Apa yang dinasehatkan Nabi kita diatas ?

Jangan sampai hanya karena tidak setuju dengan kepemimpinan seseorang, kita berani melanggar nasehat Nabi kita.

Tidak hanya sampai disitu, ternyata terjadi kemungkaran-kemungkaran lain di dalamnya, bahkan tidak tanggung tanggung, kemungkaran tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang berlabel Islam, yaitu tindakan memalukan dari salah seorang mahasiswa PMII yang meremas dada Satpol PP perempuan.

Baca Juga

Ahok jadi warga NU, kemana Banser?

Demonstrasi dan Anarkisme dalam Menolak Full Day School

Jendelainfo.com – Video demonstrasi santri menolak full day school ramai beredar di media sosial. Dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *