Beranda / Warta / Membersihkan Nalar, Yang Perlu Diketahui Dari Fakta Persidangan Ahok

Membersihkan Nalar, Yang Perlu Diketahui Dari Fakta Persidangan Ahok

Jendelainfo.com – Ributnya para simpatisan yang pro dan kontra status kesalahan Ahok telah memunculkan berbagai opini dan spekulasi di masyarakat. Berbagai ucapan, tulisan, dan gerakan dibuat seakan menjadi upaya pembentukan opini publik. Bagaimana sekarang setelah Hakim menjatuhkan putusannya? Berikut ini tentang fakta persidangan Ahok.

Terlepas dari pendapatan berbagai pihak yang pro dan kontra atas hasil keputusan sidang Ahok, berikut ini pendapat pakar terhadap beberapa fakta pengadilan di sidang Ahok.

Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Digdoyo menilai bagi yang paham hukum pasti menilai vonis hakim tersebut itu sudah tepat. Karena vonis dua tahun itu sesuai dengan fakta hukum yang ditemukan selama dalam persidangan.

“Banyak fakta yang sangat memberatkan terpidana di antaranya fakta pertama dia terbukti menista Alquran sebagai kitab suci agama Islam,” kata beliau menjawab pertanyaan wartawan, Kamis, (11/5).

Fakta kedua adalah adanya unsur-unsur “dengan sengaja” telah terpenuhi.

Fakta ketiga Ahok tidak merasa bersalah dan tidak menyesal bahkan berpotensi mengulangi perbuatannya.

Fakta keempat Ahok sangat meresahkan masyarakat terkait ucapannya.

Fakta kelima atas apa yang telah dilakukannya dalam hal ini menista agama telah memecah belah bangsa.

Fakta keenam bahwasannya ini murni pidana. Vonis dua tahun ini bukan karena Pilkada.

“Ini murni penodaan agama, karena fakta dari sidang pertama sampai sidang ke-20 tak satupun saksi yang mengaitkan kasus ini dengan pilkada,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut maka putusan Majelis Hakim itu sudah tepat dan bukan putusan yang bersifat Ultra Petita, atau vonis melebihi tuntutan JPU.  “Itu murni kasus pidana sedangkan Ultra Petita biasa berlaku dalam kasus perdata,” katanya.

Fakta ketujuh lewat putusan hakim yang vonisnya melampaui tuntutan jaksa itu dibenarkan karena hakim bukan hanya bertugas menegakkan hukum, tetapi juga menegakkan keadilan. Pertimbangan rasa keadilan itulah yang membuat hakim memvonis Ahok melampaui tuntutan jaksa.

Apalagi hakim masih gunakan salah satu pasal yang dipakai jaksa mendakwa Ahok, yakni pasal 156a maka, hakim tetap mengacu pada dakwaan dan fakta persidangan dalam membuat putusan.

Atas dasar itulah menurut purnawirawan Polri ini, tuntutan jaksa hanya bahan pertimbangan semua mesti taat hukum. “Jangan minta penangguhan pidananya dan minta dipindah ke tempat yang bukan lapas,” katanya selepas menjelaskan tentang fakta persidangan Ahok.

Baca Juga

gubernur kristen penista

Ahok: Gubernur Kristen Penista Dibela Organisasi Kristen

Jendelainfo.com – Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) beberapa waktu lalu mengemuka saat terjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *