Beranda / Fokus / Mengerikan… Ternyata Inilah Asas Ajaran Syiah

Mengerikan… Ternyata Inilah Asas Ajaran Syiah

Jendelainfo.com – Fitrah manusia mencintai kejujuran dan membenci kedustaan. Namun, apabila hawa nafsu telah menguasai dan fanatik buta telah merasuki, fitrah kesuciannya menjadi rusak dan berubah. Kedustaan yang sebelumnya ia benci akan menjadi sesuatu yang lumrah. Demikianlah Syiah bertaqiyah.

Bahkan, ada yang lebih parah dari itu, kedustaan dijadikan sebagai salah satu prinsip beragama, seperti agama Rafidhah (Syiah) yang akhir akhir ini semakin berkembang di Indonesia.

Berkembangnya agama bentukan Abdullah Bin Saba yang baru muncul pada masa kholifah Ali bin Abi Tholib ini tak lepas dari peran serta kaum munafikin yang ada di negeri ini.

Supaya kita terbentengi dari agama yang satu ini perlu kiranya kita mengetahui apa itu akidah Syiah. Karena masih banyak tokoh-tokoh Syiah di Indonesia yang masih menyembunyikan Ke Syiahannya berbalut dengan akidah dusta/taqiyyah.

Baiklah mari kita simak definisi taqiyyah ini merut Imam-imam mereka :

Yusuf al-Bahrani salah seorang pembesar Syiah di abad ke-12 H, “Yang dimaksud dengan taqiyyah adalah menampakkan kecocokan kepada orang yang tidak sepaham pada apa yang mereka yakini karena takut.”

Al-Khumaini berkata, “Taqiyah artinya seseorang mengatakan suatu perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan atau melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan timbangan syariat. Hal itu dilakukan demi menjaga darah, kehormatan, atau hartanya.”

Taqiyyah dalam agama Rafidhah (Syiah) memiliki posisi yang tinggi, seperti yang disebutkan dalam kitab-kitab induk mereka.

Al-Kulaini meriwayatkan dari Ja’far ash-Shadiq ia berkata, “Taqiyyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Tidak ada iman bagi yang tidak melakukan taqiyyah.”

Ali bin Muhammad berkata kepada Dawud ash-Sharmi, “Wahai Dawud, kalau aku katakan kepadamu bahwa orang yang meninggalkan taqiyyah seperti orang yang meninggalkan shalat, niscaya aku benar (ucapannya).”

Diriwayatkan juga dari al-Baqir ia berkata, “Akhlak termulia dari para imam dan orang mulia kalangan Syiah kita adalah menggunakan taqiyyah.”

Sekarang kita timbang hukum berdusta menurut agama kita, Islam yang telah sempurna, Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ لَهُم مُّوسَى وَيْلَكُمْ لا تَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُمْ بِعَذَابٍ وَقَدْ خَابَ مَنِ افْتَرَى
“Musa berkata kepada mereka, “Celakalah kalian, janganlah kalian mengada-adakan kedustaan atas nama Allah, karena Dia akan membinasakan kalian dengan siksa”. Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.” (QS. Thaha: 61).

 

Berdusta adalah pokoknya kejahatan, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ

Sesungguhnya dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka.

Cukuplah bagi kita satu ayat dan satu hadits tersebut sebagai ancaman bagi para pendusta. Dan sebagai manusia yang diberi akal yang sehat tak satupun dari kita menyukai sifat dusta.

Tentu setiap kita pasti akan memperingatkan dari sifat yang rendah ini. Ingat Syiah bertaqiyah yang dengan akidah taqiyyah ini ada disekeliling kita.Waspadalah.(Abdullah)

Baca Juga  :

  1. Lagi! Syiah Menyingkap Wajah Dirinya

  2. Iran Memerangi ISIS, Benarkah? Simak Faktanya!

  3. Beginilah Ketika Syiah Berulah, Muslim Yaman Ibadah Sholat Jum’at Dibom

Baca Juga

bai'at

AQIDAH RAFIDHAH TENTANG BAI’AT

Sebelumnya kita telah membahas pengertian bai’at yang benar sesuai Al Qur’an dan As Sunnah dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *