Beranda / Ilmu / Menghadapi Cuaca Ekstrim dengan Senyum

Menghadapi Cuaca Ekstrim dengan Senyum

Jendelainfo.com – Akhir-akhir ini kita rasakan bahwa cuaca susah sekali diprediksi. Tidak sebagaimana beberapa tahun yang lalu, saat ini cuaca cenderung tidak menentu. Perlu bijaksana menghadapi cuaca ekstrim seperti yang terjadi saat ini.

Beberapa waktu belakangan kita mengalami kondisi cuaca yang didominasi dengan turunnya hujan, hal yang tentunya membuat siklus kebiasaan kita sedikit berubah bila dibandingkan musim kemarau. Aktivitas yang dilakukan mulai dari menyiapkan payung atau mantel hujan sampai membawa pakaian untuk persiapan salin pun mungkin sering terjadi.

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, berikut ini kami ingin memberikan tiga tips yang semoga dapat membuat kita semua merasa lapang dan tenang di dalam menjalani aktifitas yang ada.

Yang pertama hendaknya seorang muslim harus meyakini bahwa apapun keadaan cuacanya, semua itu karena ketentuan dan kehendak Allah ta’ala semata. Semuanya pasti terjadi dengan keadilan-Nya dan hikmah-Nya yang agung. Allah ta’ala berfirman,

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُوم

Artinya:
“Dan tidak ada sesuatu apapun melainkan di sisi Kamilah khazanah-khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran yang tepat.” (QS. Al-Hijr: 21)

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, setelah mengetahui bahwa semua kejadian adalah karena kehendak Allah, maka tips yang kedua adalah menjaga lisan supaya supaya tidak mengumbar celaan dan umpatan kekesalan. Hal ini perlu dilakukan karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits qudsi,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِينِى ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ

Artinya:
”Allah ’Azza wa Jalla berfirman, ’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela ad dahr (zaman/waktu), padahal Aku adalah ad dahr (pengatur waktu), Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Muslim).

Seorang yang berakal tentu tidak akan mencela dan mengumpat keadaan. Dia akan menyadari dua hal yaitu pertama bahwa perbuatannya tersebut tidak akan bisa merubah keadaan, dan kedua bahwa perbuatannya dapat mengantarkan pada perbuatan dosa dan ancaman siksaan dari Allah ’Azza wa Jalla.

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, tips yang ketiga adalah selalu optimis dalam menghadapi berbagai keadaan, terlebih ketika terjadi suatu ketidakberesan yang tidak direncanakan. Janganlah membuka celah-celah setan untuk membawa perasaan kita kepada keterpurukan dengan mengatakan kata: “Seandainya, seandainya dan seandainya”, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْئٌ فَلاَ تَقُل:ْلَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ، كَانَ كَذَا وَكَذَا،وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ

Artinya:
“Jika sesuatu (yang dibenci) menimpamu, maka janganlah engkau mengatakan, “Se-andainya aku melakukannya, niscaya akan demikian dan demikian.” Tetapi ucapkanlah, “Qadarullahi wa maa sya’a-fala (sudah menjadi ketentuan Allah, dan apa yang dikehendakinya pasti terjadi”. (HR. Muslim).

Pembaca jendelainfo.com yang budiman, itulah tiga tips di antara tips-tips yang perlu kita terapkan sehari-hari agar kita senantiasa bisa berpikir dan bersikap positif dalam menghadapi keadaan yang ada. Apapun keadaannya, senyumlah selalu. (Ulungtoto)

Baca Juga

Alhamdulillah! Somalia Diguyur Hujan

Jendelainfo.com – Bencana kekeringan yang melanda Somalia 3 tahun terakhir ini menimbulkan dampak yang sangat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *