Beranda / Warta / Mengingat Kembali Pesan-Pesan Persatuan Raja Salman

Mengingat Kembali Pesan-Pesan Persatuan Raja Salman

Jendelainfo.com – Kepemimpinan dan Kepeloporan Kerajaan Arab Saudi telah terbukti dalam berbagai kancah perhelatan internasional. Begitu terkenalnya, dalam kunjungan resmi ke Indonesia, kedatangan Raja Salman dielu-elukan dan disambut hangat oleh rakyat Indonesia dan para petinggi negara.

Kedatangan beliau ke Indonesia pun tidak diharapkan berlalu begitu saja, Pemerintah bersama dengan DPR memberi kesempatan yang luas kepada Sang Raja untuk memberikan pidato di Gedung DPR.

Terdapat pesan persatuan Raja Salman dalam pidato monumental, Kamis (02/3/2017) di gedung DPR RI, berikut poin utamanya:

  • Adanya ancaman Radikalisme, Terorisme, dan sikap intervensi terhadap urusan negara lain, menuntut dari kita (kaum muslimin) untuk berdiri dalam satu barisan.
  • Kami akan bekerja sama dengan Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan, terutama ancaman radikalisme.

Jiwa sebagai negarawan yang agamis dan disegani benar-benar tercermin dari untaian kata singkat namun berbobot tersebut.

Semakna dengan pesan di atas, pada penghujung musim haji tahun 2016 lalu di hadapan para tamu undangan VVIP di Makkah, Raja Salman juga mengatakan,

  • “Pemerintah Saudi Arabia sangat menaruh perhatian dengan segala upayanya untuk terciptanya kedamaian dan kebaikan bagi negar-negara Islam dan dunai secara keseluruhan.”
  • “Saya menyeru pimpinan umat Islam untuk merapatkan barisan demi terciptanya persatuan, serta mencari solusi bersama atas konflik berkepanjangan di antara umat Islam.”
  • “Tidak ada jalan lain untuk keluar dari kubangan persoalan ini (radikalisme dan terorisme), kecuali dengan kembali kepada spirit ajaran Islam dan memperkuat persatuan dan kesatuan Umat Islam,”

Demikianlah pesan persatuan Raja Salman. Lantas bagaimana umat Islam supaya dapat Bersatu?

Persatuan tidak sekedar berkumpul fisik, atau bersama dalam satu wadah, partai, atau organisasi. Namun persatuan yang hakiki adalah bersatu di atas prinsip aqidah Islamiyyah.

Allah Azza wa Jalla berfirman,

{قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ} [آل عمران : 64]

“Katakan (wahai Muhammmad) : Wahai ahlul kitab marilah kemari kepada persatuan antara kami dengan kalian, yaitu kita tidak beribadah kecuali kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun, serta kita satu sama lain tidak menjadikan tuhan-tuhan selain Allah. Apabila kalian berpaling (menolak ajakan ini) maka katakanlah kepada mereka, “Persaksikanlah bagi kami muslimin.” [ Ali ‘Imran : 64 ]

Yakni apabila mau menerima prinsip aqidah Islamiyyah, maka kita bisa bersatu. Apabila tidak mau menerima, maka kita pun tidak bisa bersatu.

Aqidah Islamiyyah yang murni sebagaimana yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam, yang tidak ada pengurangan maupun tambahan apapun.

Umat Islam apabila ingin menang dan berjaya, serta bisa mengatasi berbagai problem yang menimpanya, termasuk problem radikalisme dan terorisme di satu sisi, serta liberalisme di sisi lain, maka hendaknya kembali dan perpegang teguh kepada Islam yang murni. Yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tanpa ada pengurangan dan penambahan.

Inilah makna ucapan Raja Salman : “Tidak ada jalan lain untuk keluar dari kubangan persoalan ini (radikalisme dan terorisme), kecuali dengan kembali kepada spirit ajaran Islam dan memperkuat persatuan dan kesatuan Umat Islam,”

Spirit ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dan telah diterapkan dengan sukses dan gemilang oleh generasi awal umat ini. Maka sebagaimana dikatakan oleh Imam Malik bin Anas, “generasi akhir umat ini tidak akan menjadi sukses kecuali dengan apa yang telah membuat sukses generasi awalnya.”

Baca Juga

Kepedulian Pemerintah Indonesia terhadap Muslimin Rohingya serta persatuan dan kesatuan

Pidato Presiden Joko Widodo Tentang Persatuan dan Kesatuan

Jendelainfo.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sangat perhatian terhadap kondisi persatuan dan kesatuan di Indonesia. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *