Beranda / Kesehatan / Mengintip Kehidupan di Sarang Lebah

Mengintip Kehidupan di Sarang Lebah

Jendelainfo.com – Menarik untuk mengintip kehidupan di sarang lebah. Lebah termasuk binatang yang selalu lekat dengan image positif. Pekerja keras, tak kenal lelah, solidaritas tinggi dan mampu menjaga keseimbangan antara kualitas input (makanan) dan output yang dihasilkannya (madu, propolis, dan lain-lain).

Kehidupan di sarang lebah pun termasuk kehidupan yang sangat dinamis. Tidak ada yang namanya pengangguran di sarang lebah. Semua bekerja sesuai job description​ masing-masing. Bagaimana dinamika kehidupan di sarang lebah? Dan siapa saja yang hidup di dalam sarang lebah? Simak penjelasannya berikut ini.

Lebah Ratu

Lebah ratu merupakan penguasa di sarang lebah. Tugasnya pun terbilang ‘enak’, yaitu kawin dan bertelur. Semua kebutuhannya dipenuhi oleh lebah pekerja. Dalam 1 sarang lebah hanya ada 1 lebah ratu, dan posisi itu aman sampai akhirnya hayatnya. Tidak ada lebah oposisi yang dapat menggoyang singgasananya, tidak juga revolusi dari lebah-lebah lain.

Secara fisik lebah ratu lebih besar daripada lebah-lebah lainnya. Sejak berupa larva, lebah ratu diberi makan royal jelly yang memang sangat kaya akan nutrisi. Nutrisi ini sangat mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan setiap harinya. Setelah dikawini oleh ribuan lebah jantan -ini hanya boleh terjadi di dunia lebah- lebah ratu mampu menghasilkan 2.000 telur setiap harinya.

Setelah itu lebah ratu biasanya akan mati setelah mencapai umur 3 tahun dan akan digantikan oleh penerusnya yang memang telah dipersiapkan sebelumnya.

Lebah Pekerja

Bila mendengar kata ‘pekerja’, benak kita akan membayangkan sosok yang kuat, gagah dan berjenis kelamin laki-laki. Namun itu tidak berlaku di dunia lebah. Lebah pekerja bukanlah lebah jantan, namun justru lebah betina. Sebagai pekerja, lebah betina tidak pernah menganggur. Selalu saja ada aktifitas yang dilakukannya. Bahkan hingga detik-detik menjelang ajal pun lebah betina masih bekerja.

Diantara pekerjaan yang dilakukan lebah pekerja adalah mencari nektar dan pollen, mengumpulkan propolis untuk menambal sarang, dan menjaga keamanan sarang lebah.

Sejak kecil lebah betina sudah terbiasa bekerja. Meski masih berumur 3 hari, lebah betina sudah bekerja membersihkan sarang sebelum diisi telur atau bahan makanan. Menginjak umur 4 hari, lebah betina menerima dan menyimpan nektar serta tepung sari yang dikumpulkan para seniornya sesama lebah pekerja.

Pada umur 10 hari, lebah betina kemudian mendapat mandat untuk membangun sel sarang lebah. Lebah betina juga mendapat tugas untuk memberi makan larva-larva lebah sebanyak 10.000 kali atau setidaknya 1.300 kali per hari.

Bandingkan dengan kehidupan kita yang cuma 3 kali sehari memberi makan anak-anak. Begitu berumur 20 hari, lebah betina sudah lulus ‘uji sertifikasi’ keamanan dan bertugas menjaga keamanan sarang lebah dari ancaman musuh. Dan tugas terakhir yang dilakukan lebah pekerja hingga tiba ajalnya adalah mencari nektar dan pollen untuk disimpan di sarangnya.

Kemana Lebah Jantan? Bersambung ke: http://www.jendelainfo.com/mengenal-lebah-jantan-dalam-koloni/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *