Beranda / Ilmu / MENIKAH DI BULAN SYAWWAL DALAM ISLAM, DIANJURKAN ATAUKAH MALAH DILARANG?

MENIKAH DI BULAN SYAWWAL DALAM ISLAM, DIANJURKAN ATAUKAH MALAH DILARANG?

Jendelainfo.com – Bagi sebagian orang masih beranggapan bahwa bulan Syawal adalah bulan sial. Dalam pandangan dan kacamata budaya orang jawa misalnya, menikah merupakan hal yang sangat sakral sehingga tidak sembarangan dalam pelaksanaannya.

Dalam penanggalan Jawa dikenal adanya bulan yang dianggap baik dan yang dianggap kurang baik untuk melaksanakan hajatan pernikahan.

Adapun pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah dan ditetapkan sebagai penyempurna separuh dari agama.

Arti Bulan Syawal

Syawwal adalah bulan ke-10 dalam kalender Islam. Arti Syawal sendiri berasal dari kata “Syawwala” (artinya: mengangkat ekor) atau “Sya`lat al-Ibil” yang maknanya unta mengangkat/menegakkan (ekornya).

Bulan yang Tidak Boleh untuk Menikah

Orang Arab dulu menganggap bulan Syawwal adalah bulan yang tidak boleh untuk menikah karena dianggap sial/malang bila melangsungkan akad pernikahan pada bulan Syawwal ini dan mereka mengatakan bahwa :

“Wanita yang hendak dinikahi pada waktu itu akan menolak pria yang ingin menikahinya seperti unta betina yang menolak unta jantan jika sudah kawin/bunting dengan memberi tanda mengangkat ekornya.”

Keutamaan Menikah di Bulan Syawal

Menikah setelah lebaran Idul Fitri yakni pada bulan Syawal dalam syariat Islam malah dianjurkan sebagaimana dalam hadits dari Aisyah radiyallohu anha yang menceritakan :

“Rasulullah menikahiku di bulan Syawal, dan membangun rumah tangga denganku pada bulan syawal pula. Maka isteri-isteri Rasulullah yang manakah yang lebih beruntung di sisinya dariku? (Perawi) berkata, Aisyah radiyallahu ‘anha dahulu suka menikahkan para wanita di bulan Syawal”. (HR. Muslim no.1423)

Ulama yang bermadzhab Syafi’i seperti Imam Nawawi dalam menjelaskan hadits Aisyah Radhiyallahu’anha, di atas mengatakan:

“Hadits itu menunjukkan bahwa disunnahkan untuk menikahi, memperistri wanita dan berkumpul/menggauli pada bulan Syawwal dan shahabat-shahabat kami juga menyebutkan sunnahnya hal itu dan mereka berdalil dengan hadits tersebut”.

Saudah binti Zam’ah juga dinikahi oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pada bulan Syawal tahun kesepuluh dari kenabian beberapa hari setelah wafatnya Khadijah.

Bulan baik untuk Menikah menurut Agama Islam

Dalam Islam, tidak ada istilah “bulan baik” atau “bulan buruk”. Semua waktu adalah sama. Menisbahkan baik atau buruk kepada hari tertentu atau bulan tertentu adalah suatu yang terlarang dalam Islam.

Seorang muslim dituntunkan untuk meminta kebaikan hanya kepada Allah dan berlindung dari kejelekan/bahaya juga hanya kepada Allah.

Menikah di bulan Syawal menurut budaya jawa termasuk yang dihindari karena dipercaya sebagai bulan yang kurang baik untuk melaksanakan hajatan pernikahan sebab pasangan yang menikah pada bulan ini akan mengalami kekurangan dan banyak hutang.

Namun dalam hadits tadi sangat jelas menunjukkan bahwa menikah di bulan Syawwal menurut agama Islam sangat dianjurkan dan menghapus keyakinan jahiliyyah yang menganggap bulan Syawal adalah bulan sial. (AH)

Baca Juga

Iedul Fitri

8 Hal Penting Untuk Diketahui Tentang Sholat Idul Fitri

Jendelainfo.com – Shalat ied adalah sebuah ibadah yang sangat agung yang penting untuk kita mengilmui …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *