Beranda / Ilmu / Menjauhi Sifat Mengeluh Mendekatkan Pada Rasa Syukur

Menjauhi Sifat Mengeluh Mendekatkan Pada Rasa Syukur

Jendelainfo.com – Pembaca Jendelainfo.com yang budiman, suka mengeluh dalam perkara dunia adalah sifat yang tercela. Seorang yang suka mengeluh niscaya akan mendapat cela di sisi manusia, orang-orang pun enggan bergaul dengannya. Selalu mengeluh juga akan menghantarkan seseorang kepada perbuatan jelek lainnya.

Tumbuhnya sifat kurang bersyukur serta menjauhkan diri dari sifat sabar. Maka sudah selayaknya bagi kita untuk menjauhi sifat mengeluh.

Sebaliknya, seorang yang qana’ah (merasa cukup) akan menghantarkan seseorang kepada kebahagiaan. Menjadi pandai syukur, zuhud, sabar dan menjauh dari meminta-minta adalah diantara buah dari sifat qana’ah.

Lalu bagaimanakah caranya agar kita bisa qana’ah?

Rasulullah shallallahu shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan bimbingan agar seorang hamba bisa qana’ah, sabdanya,

《انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ》

Artinya: “Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah kalian melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu akan lebih bisa untuk tidak meremehkan kenikmatan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pembaca Jendelainfo.com yang budiman, bimbingan islam dalam mengajarkan qana’ah adalah dengan melihat orang yang keadaan dunianya lebih kurang dibandingkan kita, sederhana tapi cukup berat untuk diamalkan.

Berbeda dengan orang yang selalu melihat ke atas, dia akan merasa kurang dan tidak puas. Kehidupan mereka pun tidak akan tenang karena dia selalu mengejar sesuatu yang tidak akan bisa memuaskan.

Pembaca Jendelainfo.com yang budiman, perlu diingat bahwa para ulama menjelaskan tentang maksud hadits di atas adalah hanya untuk urusan duniawi, adapun untuk urusan ukhrawi atau sesuatu yang berhubungan dengan ibadah, maka yang ada adalah saling berlomba untuk menjadi hamba yang shalih.

Oleh karenanya marilah kita amalkan hadits nabi di atas, yaitu senantiasa melihat orang yang keadaan dunianya di bawah kita.

Semoga dengan itu, kita bisa terus menyadari betapa banyaknya limpahan nikmat yang tengah kita dapat, sehingga kita pun diharap bisa tuk menjadi golongan orang-orang bersyukur, jauh dari sifat suka mengeluh dan merasa kurang harta. Semoga sajian ini bermanfaat. (Ulungtoto).

Baca Juga

Mencegah Upaya Provokasi dan Adu Domba di Antara Warga Negara

Jendelainfo.com – Sebagian orang beranggapan bahwa keberhasilan pemberantasan aksi terorisme adalah dengan cara menangkap para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *