Beranda / Warta / Oposisi Maladewa Salah Persepsi dengan Memprotes kunjungan Raja Salman

Oposisi Maladewa Salah Persepsi dengan Memprotes kunjungan Raja Salman

Jendelainfo.com – Sesuatu yang biasa di sebuah negara yang menganut sistem demokrasi bahwasannya di sana selalu ada pihak oposisi yang keumumannya senantiasa memiliki pendapat yang berseberangan dengan pemerintah. Tetapi akhirnya hal tersebut menjadi tidak lazim ketika pendapat tersebut terkesan dibuat-buat atau dipaksakan, hal ini sebagaimana yang terjadi dengan oposisi pemerintah Maladewa.

Sebagaimana diberitakan oleh Antara, bahwa partai-partai oposisi Maladewa, Jumat waktu setempat, memprotes rencana kunjungan Raja Salman dari Arab Saudi menyusul kabar bahwa Saudi akan membeli seluruh wilayah negara kepulauan di Samudera Hindia yang tengah bergejolak itu.

Koalisi partai-partai oposisi dan para pembangkang di negara kepulauan itu akan turun ke jalan menentang penjualan negara itu ketika delegasi keluarga kerajaan Saudi beranggotakan 1.000 orang mengunjungi Maladewa.

“Kami akan menegaskan kepada Kerajaan Saudi bahwa kami menentang penjualan negeri kami,” kata mantan menteri luar negeri Maladewa Ahmed Naseem kepada wartawan di Colombo.

Dia mengatakan bahwa di Maladewa tengah berkembang kabar bahwa pemerintah atau entitas bisnis Saudi akan membeli negara kepualuan yang terdiri dari 28 pulau karang kecil-kecil itu seharga miliaran dolar AS.

Pengumuman yang disampaikan Oposisi Bersatu Maladewa (MOU) yang berbasis di Colombo terjadi sehari setelah pemerintah Presiden Abdulla Yameen membantah akan menjual negara ini kepada Saudi atau kepada pihak mana pun.

Namun MUO merasa pemerintah negara itu tampaknya akan jalan terus menyepakati perjanjian bisnis yang ditaksir bernilai dua kali dari nilai ekonomi negara itu yang mencapai 5,2 miliar dolar AS. Maladewa adalah negara muslim yang berpenduduk 340.000 muslim sunni.

Demikianlah, sebuah ketakutan yang tidak beralasan dari pihak oposisi yang ternyata berdasarkan pernyataan terakhir mereka secara tidak langsung mengakui bahwa yang terjadi sesungguhnya hanyalah perjanjian bisnis yang dalam hal ini nilainya sangat besar. Kejadian ini seharusnya dapat menjadi kritik bagi kaum oposisi dimanapun berada bahwa mengumbar kejelekan atau aib pemerintah atau bahkan lebih buruk lagi dengan melakukan fitnah maka hal itu kembalinya adalah kepada diri mereka sendiri.

Baca Juga

jika pki bangkit

BAGAIMANA JIKA PKI BANGKIT?

Jika PKI bangkit -Tentang isu kebangkitan PKI ada berbagai tanggapan dari masyarakat Indonesia. Mereka berlomba-lomba …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *