Beranda / Warta / Pangeran Arab Saudi: Penyebab Terorisme Adalah Kebodohan Terhadap Ajaran Agama

Pangeran Arab Saudi: Penyebab Terorisme Adalah Kebodohan Terhadap Ajaran Agama

Jendelainfo.com – Pangeran Kerajaan Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz mengatakan tentang kedamaian dan perdamaian di Indonesia, “Rakyat Indonesia sungguh merupakan percontohan bagi negara-negara di dunia Islam, seyogianya harus mencontoh Indonesia. Rakyat Indonesia telah mengetahui bahwa Allah telah menciptakan hambanya merdeka, dan Islam telah menjamin bagaimana berdialog dengan cara yang toleransi dan berinteraksi secara baik, dan tidak mengkafirkan orang lain. Itulah rakyat yang patut kita contoh.”

“Dan bagaimana melaksanakan ajaran-ajaran Islam toleran dan akhlak-akhlak yang baik. Dan menghafalnya serta merenunginya dan mempelajarinya dengan ilmu pengetahuan yang benar. Mereka itu adalah bagian dari pembangunan yang harus dikembangkan secara ekonomi dan sosial dan untuk mengejar ketinggalan peradaban dan kemajuan yang ada di dunia ini,” tutur Khalid.

Hal tersebut disampaikan Khalid dalam silaturahmi dengan peserta Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadits Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su’ud Tingkat ASEAN dan Pasifik ke-8 tahun 2017 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5/2017). Pangeran Khalid hadir sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sosial Pangeran Sultan Kerajaan Arab Saudi.

Penyebab Terorisme Adalah Kebodohan

Pangeran Kerajaan Arab Saudi Khalid bin Abdul Aziz juga bicara soal terorisme. Menurutnya, ada beberapa klasifikasi terorisme yang ditulisnya dalam bukunya. Buku tersebut berisi tentang keamanan intelektual, yang dia tulis pada 1430 H atau tahun 2009.

“Saya menulis tentang golongan-golongan teroris secara jelasnya dan bagaimana kita bisa menghadapi pemikiran dan keadaan mereka itu,” kata Khalid saat berpidato di hadapan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Di buku itu, Khalid memberikan definisi yang jelas tentang orang-orang yang ekstrim dengan pemikiran yang ekstrim. “Dan bagaimana cara menghalau pemikiran mereka itu. Dan bagaimana para teroris dan ekstrimis itu mengancam pemikiran untuk keamanan intelektual dan keamanan nasional,” katanya.

Dikatakan Khalid, orang yang rela meledakkan dirinya atau menjadi eksekutor dalam suatu gerakan yang menyesatkan, mereka itu semua adalah para teroris.

“Teroris yang terdiri dari 6 partisipan, yang pertama adalah intelektual teroris, yang kedua planner teroris. Yang ketiga pemberi dana, yang keempat provokator teroris, yang kelima para loyalis dan pendukung teroris, dan yang keenam para eksekutor teroris,” jelasnya.

Para teroris itu, lanjut Khalid, melakukan kesalahan kriminal serta pembunuhan dengan peralatan dan didukung oleh kelima elemen yang disebutkan tadi.

“Sebetulnya bahaya pemikiran terorisme di zaman modern ini menjadi satu industri yang mereka lakukan untuk kemaslahatan dan kepentingan mereka,” katanya.

“Telah ditulis oleh seorang intelektual, ada segitiga yang mengerikan yaitu segitiga kebodohan dan kemiskinan dan penyakit. Inilah segitiga yang menjadi rintangan bagi rakyat kita, tapi merupakan suatu landasan yang besar bagi menyebarkan terorisme dan ekstrimisme,” katanya. Segenap kaum muslimin perlu berusaha semaksimal mungkin memerangi penyebab terorisme seperti memerangi terorisme itu sendiri.

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *