Beranda / Internasional / Jabatan Adalah Amanah Bagi Pangeran Arab Saudi

Jabatan Adalah Amanah Bagi Pangeran Arab Saudi

Jendelainfo.com – Jabatan merupakan amanah. Bukan ajang kesempatan meraih kepentingan. Demikian jika mengikuti tuntunan agama dalam memandang arti sebuah jabatan. Namun tidak demikian halnya bagi para politikus. Sehingga jika ada pergantian jabatan misalnya, pasti akan timbul pertanyaan kenapa diganti. Apalagi jabatan sangat tinggi, seperti Putra Mahkota, Perdana Menteri, atau lainnya. Akan muncul kecurigaan, dendam, dan sebagainya. Ini merupakan sikap yang tak terpuji sama sekali.

Sebagai insan beragama yang memiliki pegangan iman dan takwa seharus menjauhi sikap rendahan seperti itu. Situasi seperti ini berhasil tercipta di Arab Saudi, yang dalam istilah sebagian pihak dianggap menganut sistem pemerintahan monarki absolut. Silakan sebut apa istilahnya, yang pasti fakta membuktikan justru di Arab Saudi tercipta suasana politik dan keamanan yang stabil.

Negara Arab Saudi yang di tingkat dunia dikenal komitmen membela Islam dan menyuarakan kepentingan kaum muslimin di skala internasional, selama ini selalu dihadapkan dengan adanya pihak-pihak yang bersuara sumbang atau menyorotinya secara negatif.

Stigma bahwa Arab Saudi sekutu Amerika, atau boneka Inggris, dll selalu menjadi bingkai utama yang mendasari banyak penilaian negatif terhadap negara Islam terkuat ini. Di samping cara pandang kaum radikal, juga kaum sekuler dan liberal yang notabene tidak suka dengan pemerintahan Islam, selalu membuahkan cara pandang negatif terhadap Arab Saudi. Inilah yang menjadi dalang utama di balik penilaian-penilaian negatif bahkan ujaran kebencian terhadap Arab Saudi. Setiap peristiwa atau kebijakan yang ditempuh Arab Saudi pasti dicurigai dan dinilai negatif.

Termasuk peristiwa Rabu (21/6) kemarin. Kebijakan pergantian Putra Mahkota, dari Pangeran Muhammad bin Nayef kepada Pangeran Muhammad bin Salman. Di Arab Saudi, baik di kalangan keluarga kerajaan maupun di kalangan rakyat, kebijakan seperti ini berjalan dengan tenang, tidak menimbulkan gejolak dan kegaduhan. Karena memang mekanismenya berjalan dengan baik dan lancar, dijalankan dengan harmonis oleh umara dan ulama negeri tersebut.
Namun bagi pihak-pihak yang terpola dengan cara politis dan kebencian, atau cara pandang sekuler dan liberal, atau cara pandang radikal, pasti akan melihatnya dengan pandangan curiga dan berupaya mengungkit-ungkit supaya timbul kegaduhan dan konflik. Dibuatlah pemberitaan-pemberitaan yang membuat publik penasaran dan curiga. Di antaranya : pertanyaan di balik penunjukan putra mahkota Arab Saudi.

Baca Juga

Tuduhan Terhadap Pemerintah Arab Saudi Yang Tidak Pernah Terbukti

Jendelainfo.com – Berikut ini adalah bagian terakhir rangkaian artikel bantahan terhadap tuduhan berbagai pihak terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *