Beranda / Warta / PBB: Militer Myanmar Telah Membunuh dan Memperkosa Muslimin Rohingya

PBB: Militer Myanmar Telah Membunuh dan Memperkosa Muslimin Rohingya

Jendelainfo.com – Kantor Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (OHCHR) melalui media center mereka mengeluarkan pernyataan berjudul Kekejaman Dahsyat terhadap Laki-laki, Perempuan, dan Anak-anak Rohingya. Pernyataan bertanggal 3/1/2017 tersebut dikeluarkan di Jenewa sebagai bagian hasil kesimpulan investigasi yang dilakukan OHCHR terhadap kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Utara Maungdaw wilayah bagian Utara Rakhine.

OHCHR menyatakan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah melakukan pembunuhan dan pemerkosaan secara masal terhadap Muslim Rohingya serta membakar rumah-rumah mereka sejak Oktober 2016.

Aksi-aksi brutal pasukan keamanan itu merupakan kampanye yang berpotensi sama besar dengan kejahatan kemanusiaan dan pembersihan etnis.

Sebanyak 204 orang yang diwawancarai secara independen oleh anggota tim investigasi mayoritasnya menyatakan sebagai saksi pembunuhan dan lebih dari setengahnya menyatakan memiliki anggota keluarga yang dibunuh maupun hilang.

Adapun dari 101 orang wanita yang diwawancarai, setengahnya menyatakan sebagai korban perkosaan atau kejahatan seksual lainnya.

Tanggapan Pemerintah Indonesia dan Negara Lain

Menghadapi realitas di Rakhine, Myanmar, Pemerintah Indonesia dan juga negara lainnya seperti pemerintah Kerajaan Arab Saudi telah menunjukkan kepedulian yang tinggi secara politik maupun fisik.

Sebagaimana diberitakan bahwa beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Rakhine tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Rakhine State, Myanmar, khususnya komunitas Muslim, Rohingya, Kamis (29/12/2016) pagi.

Bantuan Pemerintah Indonesia dikirimkan melalui Dermaga III Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta terdiri dari 10 kontainer yang berisikan mie instant, makanan bayi berupa gandum dan sereal, serta sarung.

Bantuan kemanusiaan yang ditujukan bagi etnis Muslim Rohingya juga digalang dan disalurkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Pada bulan Agustus 2012 yang lalu Saudi Arabia telah mengirimkan US$ 50 juta atau sekitar Rp 474 milar untuk muslim Myanmar.

Pada bulan Maret 2015, Kerajaan Arab Saudi telah memberikan izin tinggal (iqama) kepada 170 ribu pengungsi Muslim Rohingya di negara tersebut. Sementara masih banyak penduduk Rohingya lainnya tengah menjalani proses penerimaan iqama.

Baca Juga

gubernur kristen penista

Ahok: Gubernur Kristen Penista Dibela Organisasi Kristen

Jendelainfo.com – Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) beberapa waktu lalu mengemuka saat terjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *