Beranda / Warta / PBB Selidiki Kekejaman Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar

PBB Selidiki Kekejaman Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar

Jendelainfo.com – Sebelumnya diberitakan bahwa Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah sepakat untuk mengirimkan tim pencari fakta ke Myanmar. PBB berencana untuk menyelidiki kekejaman terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Tim tersebut bertujuan untuk menyelidiki dugaan kekerasan yang dilakukan pasukan keamanan terhadap Muslim Rohingya. Puluhan ribu orang telah meninggalkan negara bagian Rakhine sejak pasukan militer memulai operasi keamanan pada akhir Oktober 2016.

Laporan PBB pada Februari menyebutkan operasi yang menargetkan Muslim Rohingya juga disertai pembunuhan dan pemerkosaan massal. Ini merupakan tindak pidana kriminal terhadap kemanusiaan.

(Baca: PBB: Militer Myanmar Telah Membunuh dan Memperkosa Muslimin Rohingya)

Tim independen internasional dikirim untuk mengungkap fakta adanya dugaan kekejaman. Lembaga Hak Asasi Manusia PBB memutuskan hal ini dalam sebuah resolusi yang disepakati bersama di Jenewa pada Jumat (24/3).

Lembaga ini juga menyerukan penghentian kekerasan terhadap Yanghee Lee oleh Komisi Penyelidikan. Lee merupakan pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar.

Awal bulan ini, Lee memberikan keterangan pers kepada wartawan. Ia menyatakan para pemimpin negara Eropa akan memberikan lebih banyak waktu kepada pemerintahan sipil Myanmar sebelum meluncurkan penyelidikan tingkat tinggi.

Aljazeera menyebut Myanmar bersikukuh melakukan perlawanan melalui Komisi Penyelidikan. Duta besar hak asasi manusia negara tersebut, Htin Lynn, juga menyerukan bahwa gerakan mengirim tim investigasi tingkat rendah tidak dapat diterima.

Myanmar telah meluncurkan penyelidikan internal terhadap dugaan kekerasan di Rakhine. Pemerintah negara tersebut juga menunjuk mantan Ketua PBB Kofi Annan untuk memimpin komisi yang bertugas memulihkan api permusuhan antara penganut Budha dan Muslim. “Berikan kesempatan kepada masyarakat Myanmar untuk memilih cara terbaik dan paling efektif untuk menghadapi tantangan di negara ini,” ujar Lynn menanggapi resolusi PBB tersebut.

Umat Buddha Tolak Pemberian Kewarganegaraan untuk Rohingya

Ratusan umat Buddha garis keras turun ke jalan di Kota Sittwe, Myanmar, Senin (20/3). Mereka memprotes rencana pemerintah memberikan kewarganegaraan bagi kelompok minoritas Muslim Rohingya di Rakhine State Myanmar.

Menurut Associated Press via Bangkok Post, demonstrasi itu dipimpin oleh Partai Arakan Nasional (ANP) yang merupakan partai dominan di Rakhine. Di sana telah terjadi kekerasan agama sejak 2012 yang memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya meninggalkan tempat asalnya. Lebih dari 120 ribu Muslim Rohingya tinggal di tempat penampungan sementara bagi pengungsi internal (IDP) sejak pergolakan itu terjadi.

 

Baca Juga

gubernur kristen penista

Ahok: Gubernur Kristen Penista Dibela Organisasi Kristen

Jendelainfo.com – Isu suku, agama, ras dan antar-golongan (SARA) beberapa waktu lalu mengemuka saat terjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *