Beranda / Warta / Pemerintah Akan Tindak Tegas Pengunggah Kebohongan di Medsos

Pemerintah Akan Tindak Tegas Pengunggah Kebohongan di Medsos

Jendelainfo.com – Pemerintah, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), akan tindak tegas siapapun yang menggunakan media sosial (medsos) untuk mengunggah informasi yang menjurus kepada provokasi, agitasi, propaganda, menyesatkan, pengelabuan, kebohongan, dan melakukan ujaran-ujaran kebencian kepada pihak lain. Hal ini sebagaimana dimuat di halaman resmi situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.

Kebijakan ini tentunya diambil oleh Pemerintah bukan tanpa alasan. Maraknya penggunaan media sosial untuk tujuan yang tidak bertanggung jawab seperti menyebarkan berita dusta, provokasi, dan propaganda sudah sangat memprihatinkan.

Tak pelak juga, para radikalis – teroris sering menebarkan berita-berita atau video yang menakutkan, bahkan menjatuhkan kredibilitas pemerintah di depan umum. Sebaliknya kaum liberal juga sangat aktif menggunakan medsos dalam upaya mereka menista agama. Tak ketinggalan pula kaum komunis, medsos juga salah satu sarana efektif bagi mereka dalam menebar propaganda. Bahkan yang semakin membuat kita semua prihatin, kaum syiah pun dengan lancar melanglang buana menebar jerat-jerat kepalsuannya di medsos dan media online lainnya.

Akibat perbuatan mereka, tak sedikit generasi muda yang termakan oleh isu, propaganda, maupun ujaran-ujaran kebencian.

Patut dicatat pernyataan Menko Polhukam Wiranto bahwa kebijakan tindak tegas tersebut ditempuh bukan sebagai tindakan sewenang-wenang tetapi demi kemaslahatan bersama, agar masyarakat lebih tenteram, lebih tenang, lebih damai, sehingga dapat melakukan satu pembangunan yang bermanfaat untuk banyak orang.

Hati-hati Terhadap Para Pendusta

Dusta adalah ucapan yang tidak sesuai dengan kenyataan, dilakukan secara sengaja padahal ia mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Perbuatan dusta dapat membantu pelakunya ke Neraka. Satu Dusta akan menyeret pada dusta berikutnya, hingga mengarah pada perbuatan kefajiran. Dan perbuatan kefajiran akan menyeret pada Neraka.

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Jauhilah Kedustaan karena kedustaan menyeret pada perbuatan fajir (Menyimpang) dan perbuatan fajir menyeret menuju neraka. Seseorang senantiasa berdusta dan menyengaja memilih berdusta hingga tercatat di sisi Allah sebagai Tukang Dusta (H.R al-Bukhari dan Muslim).

Para Pendusta Pasti Muncul

Al Imam At Tirmidzi (Wafat 279 H)  meriwayatkan dari jalan Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, berkata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَنْبَعِثَ دَجَّالُونَ كَذَّابُونَ قَرِيبٌ مِنْ ثَلَاثِينَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ

“Tidak akan datang hari kiamat sampai keluar para dajjal pendusta (dengan jumlah) mendekati 30 orang , semua mereka mengaku bahwa mereka adalah Rasulullah.” (HR At Tirmidzi: 2218)

Kita harus berhati-hati dan waspada dari kedustaan, karena sesungguhnya dia menyeret kepada kejahatan, dan kejahatan menyeret ke neraka. Kedustaan bisa menyeret kepada kezindiqan dan kekafiran, sampai salah seorang ulama tafsir ada yang mengatakan, “Tidak ada dosa yang lebih buruk setelah kekafiran kepada Allah dibandingkan kedustaan.” (WIS, Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *