Beranda / Warta / Pendukung Ahok Menghujat Pemerintah Saat Demo di Cipinang

Pendukung Ahok Menghujat Pemerintah Saat Demo di Cipinang

Jendelainfo.com – Sebuah hadits Nabi yang berbunyi ” Berkata benar atau diam”, mengingatkan kita terhadap sebuah kasus yang sekarang lagi ramai menjadi pemberitaan media massa. Kasus tersebut adalah sebuah orasi yang terjadi Selasa, 9 Mei 2017 oleh seorang aktivis perempuan Veronica Koman, salah satu orator pendukung Ahok yang menghujat pemerintah.

Orasi yang terjadi setelah Ahok ditahan di Rutan Cipinang, akhirnya berbuntut panjang. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengancam akan melaporkan Veronica yang dianggap berorasi berisi provokasi.

Kamis, 11 Mei 2017 Mendagri langsung mengirim surat kepada Veronica, yang meminta dalam waktu satu minggu untuk menjelaskan dan mengklarifikasi maksud pernyataan terbukanya yang memprovokasi, memfitnah dengan kata-kata tidak pantas.

Apabila dalam waktu satu minggu Veronica tidak mengklarifikasi, Tjahjo akan melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Adapun di dalam orasi tersebut, Veronica mengatakan “Jokowi lebih parah daripada rezim SBY”.

Seperti yang kita ketahui, bahwa kemarahan tidaklah terjadi melainkan akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Selain Rasulullah Shalallahu’alaihi wasallam memerintahka untuk menjaga lisan, beliau juga mewasiatkan ummatnya untuk jangan marah.

أَوْصِنِي، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ [رواه البخاري] “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.(HR. Bukhari)

Namun, dalam sebuah aksi demontrasi kedua perkara tersebut tidak bisa dihindari. Maka pantas saja Islam melarang kaum muslimin untuk demonstrasi dan menghujat pemerintah.

Baca Juga

sby vs jokowi

SBY vs Jokowi, yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Jendelainfo.com – Anda pro SBY dan anti Jokowi? Atau sebaliknya anti SBY dan pro Jokowi? …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *