Beranda / Uncategorized / Pengertian Terorisme dan Sejarah Kemunculannya di Dalam Islam

Pengertian Terorisme dan Sejarah Kemunculannya di Dalam Islam

Jendelainfo.com – Tidak dipungkiri, keberadaan kelompok sempalan dalam Islam itu benar adanya. Sejarah kemunculannya telah mencatatkan diri mereka ini bak duri dalam daging ditengah perjalanan sejarah gemilang umat Islam. Mereka senantiasa menorehkan tinta darah dalam perjalanan sejarahnya sampai hari ini. Karenanya, masyarakat perlu diberi pemahaman pengertian terorisme yang benar.

Pengertian Terorisme

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia arti  terorisme/te·ror·is·me/ /térorisme/ n  adalah : penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror;

Terorisme muncul akibat pikiran ekstrim dari sebagian kelompok sempalan tersebut. Kita saksikan bahwa darah yang mereka tumpahkan adalah darahnya kaum muslimin. Dan jauh sebelum kemunculannya, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam telah memperingatkan kaum muslimin dari kelompok yang selanjutnya dikenal nama dengan Khawarij ini. Atau dalam istilah saat ini disebut Teroris.

Meskipun begitu, kelompok ekstrim dan radikal ini tidak hanya ada di dalam agama Islam. Mereka juga ada dalam ajaran agama lain pun dikenal golongan ekstrim semacam ini. Baik ektrim kanan maupun ektrim kiri. Lebih-lebih kaum kafir atheis yang memang mereka ini tidak mengenal aturan.

Pengertian terorisme khawarij

Khawarij adalah sebuah kelompok yang kemunculannya bermula dari orang yang bernama Dzul Khuwaishirah, seorang munafik. Dia datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat beliau membagi harta rampasan perang Hunain.

Dengan lancang orang ini memprotes, “Wahai Muhammad, berbuatlah adil! Sesungguh kamu tidak berbuat adil.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya, “Celaka engkau! Siapa yang bisa berbuat adil jika aku tidak bisa berbuat adil.”

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dan menunjuk orang ini, “Suatu kaum akan keluar dari orang ini (keturunan dan para pengikutnya) yang kalian merasa shalat kalian lebih sedikit dibandingkan dengan shalat mereka, puasa kalian lebih sedikit dibandingan dengan puasa mereka. Mereka banyak membaca al-Qur’an namun bacaan tersebut tidak melewati kerongkongannya.”

Lihatlah, jiwa ekstrim dan radikal pada diri Dzul Khuwaisirah ini. Jiwa selalu tidak puas, selalu protes, dan selalu ingin melakukan revolusi. Pada akhirnya mengantarkan dia untuk mudah mengkafirkan sesama kaum muslimin.

Keberadaan kelompok sempalan jenis ini merupakan “pekerjaan” besar bagi kaum Muslimin, utamanya para ulama. Tidaklah keberadaan kaum Teroris (Khowarij) disuatu tempat atau masa melainkan merupakan bencana bagi kaum muslimin.

Mereka merupakan agen-agen setan yang berbentuk manusia. Mereka mencoreng-moreng wajah mulia lagi tinggi ajaran Islam, disepanjang masa. Lebih berat lagi, para pengusung terorisme itu merasa dirinya berada di atas agama yang benar. Bahkan tak jarang mengenakan atribut-atribut Islam. Kenalilah mereka niscaya engkau akan selamat. (Abdullah)

(Baca : Mengenali empat ciri kaum teroris)

 

Baca Juga

demonstrasi dan aksi terorisme

Empat Negara Teluk Masukkan Ikhwanul Muslimin dalam Daftar Teroris

Jendelainfo.com – Empat negara di Kawasan Teluk, Arab Saudi, Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *