Beranda / Fokus / Perjuangan Atas Nama Rakyat, yang Mana?

Perjuangan Atas Nama Rakyat, yang Mana?

Jendelainfo.com – Siapapun boleh mengatakan mengenal Laila, tetapi Laila tidak mengenal mereka. Gambaran bagi mereka yang gembar-gembor meneriakkan yel-yel perjuangan atas nama rakyat. Kami tanya, rakyat mana yang hendak kamu perjuangkan?

Dari awal tercetusnya, kaum komunis selalu meneriakkan hal yang sama. Teriakan berharga murah, perjuangan atas nama rakyat. Pembelaan terhadap kaum terpinggirkan. Pengangkatan derajat kaum termarjinalkan. Berbagai istilah yang patut dipertanyakan kebenaran tujuannya.

Ijinkan saya bertanya, apakah dibenarkan tindakan propaganda, agitasi, profokasi, yang berujung pada kerusuhan, kerusakan, kematian digunakan sebagai sarana mencapai tujuan? Sungguh kalian akan mencuci baju yang kotor dengan darah…!!!

Tercatat dalam sejarah menggunakan tinta merah, korban pembantaian kaum komunis atas nama pembelaan terhadap rakyat yang entah siapa. Josef Stalin, Mao Tse Tung, Vladimir Lenin, Benito Mussolini, Pol Pot, familiar dengan nama-nama tersebut?

Josef Stalin

Ia diperkirakan telah memerintahkan pembunuhan sekitar 30 juta jiwa penduduk Rusia dan negara-negara sekitarnya. Ia juga dikenal sebagai orang yang membenci agama.

Mao Tse Tung

Pada tahun 1958 Mao meluncurkan apa yang ia sebut Lompatan Jauh ke Depan di mana daerah pedesaan direorganisasi secara total. Di mana-mana didirikan perkumpulan-perkumpulan desa (komune). Secara ekonomis ternyata ini semua gagal. Komune-komune ini menjadi satuan-satuan yang terlalu besar dan tak bisa terurusi. Diperkirakan kurang lebih hampir 20 juta jiwa penduduk Cina kala itu tewas secara sia-sia.

Adolf Hitler

Ia melansir konsep eugenetika yang menjadi dasar pijakan pandangan evolusionis Nazi. Eugenetika berarti ‘perbaikan’ ras manusia dengan membuang orang-orang berpenyakit dan cacat serta memperbanyak individu sehat. Sehingga menurut teori itu, ras manusia bisa diperbaiki dengan meniru cara bagaimana hewan berkualitas baik dihasilkan melalui perkawinan hewan yang sehat. Sedangkan hewan cacat dan berpenyakit dimusnahkan.

Tak lama setelah berkuasa, Hitler menerapkan teori itu dengan tangan besi. Orang-orang lemah mental, cacat, dan berpenyakit keturunan dikumpulkan dalam ‘pusat sterilisasi’ khusus. Karena dianggap parasit yang mengancam kemurnian rakyat Jerman dan menghambat kemajuan evolusi, maka atas perintah rahasianya, dalam waktu singkat mereka semua dibabat habis.

Begitulah ketika kaum Komunis berteriak tentang perjuangan atas nama rakyat. Teriakan yang memekakkan telinga, dan pada akhirnya rakyat jua lah yang menjadi tumbal idealisme mereka. (WIS)

Baca Juga

komunis cina atas nama rakyat

Inikah Cara Pemerintah Komunis Cina Memprovokasi Kaum Muslim?

Jendelainfo.com – Ramainya tuntutan terhadap kaum Muslim di banyak tempat untuk bersikap toleran, bukan lantas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *