Beranda / Warta / Polarisasi Sikap Banser dalam Pilkada Jakarta, Sebuah Keajaiban?

Polarisasi Sikap Banser dalam Pilkada Jakarta, Sebuah Keajaiban?

Jendelainfo.com – Sungguh kita dibuat kagum dengan kecepatan pimpinan Banser dalam berpikir dan bertindak. Sedemikian cepatnya hingga kita perlu juga bertanya apakah polarisasi sikap Banser dalam Pilkada Jakarta termasuk di antara keajaiban yang terjadi di alam?

Banser Pra Pilkada Jakarta 2017 sempat tercatat demikian getol menyanjung dan membela Basuki Nurul Qomar, nama yang mereka berikan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tidak kurang, bahkan gelar Sunan pun disematkan.

Aksi gelar pasukan Banser di Jakarta pun tidak kalah heboh mewarnai pemberitaan media Nasional. Hasilnya pun dapat ditebak, sebagian anggota NU dan juga Banser yang masih waras pun mengumumkan berlepas diri dari keanehan tingkah laku mereka.

Tetapi yang lebih menarik adalah bila kita mundur beberapa waktu kebelakang tentang bagaimana sikap Banser sebelum bermanis muka kepada Ahok.

Sebelumnya di bulan Februari, diberitakan oleh Okezone bahwa Gerakan Pemuda (GP) Ansor siap menjemput terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), untuk meminta maaf langsung kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut mengatakan, pihaknya memiliki 1 juta Barisan Ansor (Banser) di Indonesia. Semuanya bisa dikerahkan menjemput Ahok untuk meminta maaf langsung kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Melihat gaya permintaan maaf yang sudah dilakukan Ahok, Yaqut menilai lebih ke politis. Sebab yang meminta maaf itu bukan dirinya, melainkan pengacara, tim suksesnya serta pemerintah dan pejabat kepolisian.

Sikap Berbeda

Dan berbeda sikapnya beberapa saat menjelang pencoblosan muncul pemberitaan di Kompas yang mengangkat suasana pertemuan antara calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dengan anggota Banser GP Ansor. Dikatakan di sana bahwa pertemuan tersebut tampak sangat cair di Kantor GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jumat (7/4/2017).

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dalam pertemuan itu memberi julukan khusus untuk Ahok. “Karena hidupnya di Jakarta, beliau ini Sunan Kalijodo. Sunan Kalijodo itu telah mengubah masyarakat yang hitam kelam menjadi masyarakat beriman,” kata Yaqut.

“Selamat datang Pak Basuki Nurul Qomar,” kata Yaqut.

Basuki Nurul Qomar merupakan bahasa Arab dari Basuki Tjahaja Purnama. Ahok ternyata memahami sebutan itu. “Nurul Qomar-nya saja yang bahasa Arab. Basuki-nya enggak,” kata Ahok.

Dan kini, usai sudah kegiatan pemilihan. Sambil menunggu pengumuman resmi dari KPU, kita dihibur dengan membaca kembali pemberitaan yang menggambarkan kecepatan berubahnya pikiran, pendirian dan sikap Banser dalam Pilkada Jakarta,  dan bahkan dilakukan seorang petinggi Banser.

Sebagai Bahan Renungan

Betapa fitnah dunia itu benar adanya dan kita harus khawatir terhadapnya dan selanjutnya berusaha menempuh jalan-jalan keselamatan. Sikap Banser dalam Pilkada Jakarta di antara hal yang dapat kita jadikan renungan.

Satu per satu berbagai macam bencana muncul di akhir zaman. Tarikan tarikan dunia salah satu bencana yang menimpa saat ini, jadi teringat akan hadits Nabi Shalallahu’alaihi wasallam di bawah ini:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِالْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا

وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًاوَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَالدُّنْيَا

Arti hadits: (Rasulullah bersabda), “Bersegeralah kalian mengerjakan amal-amal shalih sebelum terjadi fitnah (bencana) yang menyerupai kepingan-kepingan malam yang gelap gulita, yaitu seseorang diwaktu pagi beriman tapi pada waktu sore ia telah kafir, atau pada waktu sore ia beriman dan pada pagi harinya ia telah kafir, ia rela menjual agamanya dengan secuil keuntungan dunia.”

(HR. Muslim)

Baca Juga

Ahok jadi warga NU, kemana Banser?

Radikalisme di Bumi Papua, Kemana Banser?

Jendelainfo.com – “Saudara-saudara diminta segera membubarkan diri. Sekali lagi diminta segera meninggalkan tempat,” kata aparat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *