Beranda / Internasional / Raja Salman Perintahkan Cekal Seorang Wartawan Senior, Apa Sebabnya?

Raja Salman Perintahkan Cekal Seorang Wartawan Senior, Apa Sebabnya?

Cekal Seorang Wartawan Senior

Jendelainfo.com – Jika ada wartawan yang vokal mengkritisi rezim pemerintah dicekal dan dibredel, maka ini peristiwa yang jamak terjadi. Memang salah satu wewenang pemerintah adalah menciptakan dan menjaga stabilitas politik dan keamanan di negerinya.

Apalagi kritik yang disampaikan melalui media mau tidak mau pasti akan menjadi sebab provokasi terhadap rakyat untuk tidak suka kepada pemerintah.

Namun ada yang unik dari instruksi Raja Arab Saudi pada Sabtu, 7 Syawwal 1438 (1/07). Sang Raja memerintahkan untuk mencekal seorang wartawan setelah dia memuji Raja Salman bin Abdul Aziz dengan pujian dan sanjungan yang berlebihan. Tentu saja hal ini sangat membahayakan aqidah tauhid. Maka Sang Khadimul Haramain, Raja Salman menginstruksikan untuk mencekal wartawan tersebut dan memberikan sanksi terhadap koran yang memuatnya.

Sebagaimana dilansir oleh sabq.org, Raja Salman menyampaikan instruksinya melalui Menteri Kebudayaan dan Informasi. Raja menyampaikan bahwa dirinya telah membaca sebuah artikel di koran “Al-Jazirah” edisi Jum’at kemarin (30/06) yang ditulis oleh Ramadhan bin Jaridi Al-Anaze.

Raja Salman mengatakan,

“Perhatikan kami tertuju pada sebuah tulisan dan menyebabkan kami terheran atas ungkapan-ungkapan yang dinyatakan dalam tulisan tersebut. Yang berisi pujian dan sanjungan terhadap kami serta pemberian sifat yang sangat berlebihan. Sungguh penulis bertindak serampangan. Di antaranya dia telah memberikan sifat kepada kami dengan sifat-sifat yang hanya boleh untuk Allah, di antaranya dia memberikan sifat kepada kami dengan sifat-sifat Nabi Ibrahim alaihis salam.”

“Sungguh sanjungan berlebihan seperti ini sangat meresahkan kami. Kami tidak terima dan tidak rela serta tidak setuju. … kami menyadari hal ini sangat berbahaya. Bermudah-mudahan dalam hal ini sangat berbahaya. Hal ini sangat membahayakan aqidah tauhid. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Waspadalah kalian dari sikap berlebihan/ekstrim. Karena yang telah membinasakan umat sebelum kalian adalah sikap ekstrim.” Beliau alahis shalatu was salam juga bersabda, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Kesombongan adalah selendangKu, keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa menyaingiKu dalam satu saja darinya, maka pasti dia akan Aku lemparkan ke dalam neraka.”

Negara ini (Arab Saudi) berdiri di atas prinsip ini, dan senantiasa konsisten berpegang dengan ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, sebagai sebuah keyakinan yang kami beragama kepada Allah dengannya.
Dengan pertolongan Allah, kami tidak akan berpaling dari prinsip-prinsip ini. Maka atas dasar itu, penulis tersebut harus dicekal. Semua koran dan media massa wajib untuk berhati-hati. Tidak boleh menyebarkan hal-hal seperti ini.

Wajib menindak setiap orang yang berlebihan atau bermudah-mudahan. Serta mengambil langkah-langkah untuk mendorong penulis dan media massa agar mau konsisten dengan peraturan dan rambu-rambu yang telah ada.” Demikan Raja Salman menegaskan dalam memo-nya.

Sungguh merupakan sikap yang sangat mulia dari sang Raja sekaligus sang Khadimul Haramain, yang muncul dari kepribadian agung nan mulia. Posisinya sebagai seorang raja, yang menggenggam kekuasaan dan kekayaan tertinggi, tak membuatnya silau dan lupa daratan.

Beliau tak suka jika dirinya disanjung-sanjung. Karena memang kekuasaan dan kerajaannya bukanlah apa-apa. Hanya Allah sajalah satu-satu-Nya penguasa dan raja di alam ini. Jika seperti ini kepribadian Raja Salman, pantaskah jika ada yang mengatakan beliau seorang yang bergaya glamor?

Boleh seorang menggenggam seabreg jabatan, kekuasaan dan kekayaan. Namun rendah diri, bersahaja, kearifan merupakan sikap hati. Tak berarti seorang raja yang memiliki kekuasaan besar dan kekayaan yang banyak kemudian selalu dikatakan glamor.

Sikap keseharian dan sikap nyata dalam memimpin rakyat dan menjalankan roda pemerintahannya, inilah yang akan menjadi bukti. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi Anda wahai Raja Salman dari tingkah laku dan komentar-komentar orang-orang yang menaruh dendam dan hasad. Termasuk dari para wartawan yang tak bertanggung jawab.

Baca Juga : Benarkah Mantan Putra Mahkota Saudi Kini Dikurung di Istananya?

Baca Juga

Tuduhan Terhadap Pemerintah Arab Saudi Yang Tidak Pernah Terbukti

Jendelainfo.com – Berikut ini adalah bagian terakhir rangkaian artikel bantahan terhadap tuduhan berbagai pihak terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *