Beranda / Warta / Revolusi Industri dan Liberalisme

Revolusi Industri dan Liberalisme

Jendelainfo.com – Revolusi Industri adalah perubahan yang cepat di bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri. Ekonomi Industri dicirikan dengan  penggunaan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai.

Revolusi Industri telah mengubah cara kerja manusia dari penggunaan tangan menjadi menggunakan mesin. Istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh Friedrich Engels dan Louis-Auguste Blanqui di pertengahan abad ke-19.

Revolusi industri berawal dari negara Inggris sekitar tahun 1760. Revolusi industri, pertama kali, ditandai dengan penggunaan mesin untuk pabrik pemintalan kapas. Dari tahun 1760 sampai 1870 banyak disaksikan penggunaan mesin-mesin ini.

Dampak negatif revolusi industri khususnya di Inggris adalah upah buruh yang murah menyebabkan timbulnya keresahan yang berakibat pada munculnya kriminalitas dan kejahatan. Selain itu, buruh anak banyak ditemukan pada masa Revolusi Industri, walaupun sebelumnya hal ini telah terjadi.

Anak-anak dipaksa bekerja dengan gaji yang kecil dan pendidikan yang minim. Beberapa jenis kekerasan juga terjadi di tambang batu bara dan industri tekstil.

Kejadian ini terus terjadi hingga terbentuknya undang-undang pabrik Factory Acts ditahun 1833 dan 1844 yang melarang anak dibawah 9 tahun untuk bekerja, anak dilarang bekerja pada malam hari dan jam kerja 12 jam per hari untuk anak dibawah 18 tahun.

Revolusi Industri dan Liberalisme

Akibat revolusi industri lainnya adalah munculnya sistem ekonomi liberal. Dikatakan bahwa paham ekonomi liberal muncul sebagai reaksi terhadap paham merkantilisme, yang menekankan campur tangan pemerintah yang dominan dalam perekonomian.

Secara luas, paham liberalisme menuntut pengakuan terhadap hak-hak sipil, kebebasan pers, kebebasan beragama, supermasi hukum, dan muncul juga gagasan kesetaraan gender.

Tidak bisa tidak, bila ditarik kesimpulan, hal yang mendasar dari kemunculan revolusi industri adalah tuntutan keduniawian. Upaya sekelompok anggota masyarakat dalam mengejar kesejahteraannya tanpa dilandaskan kepada pemikiran yang jauh terhadap akibat baik dan buruk dari apa yang dikerjakannya.

Sejarah pada akhirnya mencatat lembaran hitam dampak negatif Revolusi Industri yang jauh lebih banyak dibandingkan dampak positif yang diharapkan akan diperoleh.

Dunia telah memikat, menjerat, membungkam, meninabobokan, dan merongrong agama seseorang. Orang yang berjalan mengejar dunia bagaikan orang yang berjalan di daerah yang penuh binatang buas. Jika dia berenang ingin menggapainya, ia bagaikan orang yang mengejarnya dalam pusaran air yang penuh buaya.

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيمًا تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Berilah perumpamaan kepada mereka, kehidupan dunia bagaikan air hujan yang Kami turunkan dari langit. Menjadi suburlah tumbuh-tumbuhan karenanya di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Adalah Allah Maha kuasa atas segala sesuatu. Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia,tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh lebih baik pahalanya disisi Rabbmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.” (al-Kahfi: 45—46)

Baca Juga

wanita pekerja

Radium Girls, Sisi Gelap Wanita Pekerja di Industri

Jendelainfo.com – Tahun 1917 adalah awal didirikannya perusahaan bernama Radium Corporation. Nama lengkapnya adalah Radium …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *