Beranda / Warta / Rezim Syiah Bashar Assad Kembali Melakukan Pembantaian Dengan Gas Beracun

Rezim Syiah Bashar Assad Kembali Melakukan Pembantaian Dengan Gas Beracun

Jendelainfo.com – Tercatat untuk yang ketiga kalinya rezim Syiah Bashar Assad melakukan pelanggaran berat hukum perang internasional, dengan mengunakan senjata kimia gas beracun. Rezim Assad telah menggunakan gas Sarin 3 kali selama konflik.

  • Agustus 2013 di Ghouta Timur
  • Desember 2016 di Hama Timur
  • April 2017 di Selatan Idlib

Adapun pelanggaran hukum perang internasional yang lain tak terhitung jumlahnya.

Di Suriah Rezim Syiah Bashar Assad yang bekerjasama dengan komunis Rusia juga mengunakan senjata-senjata yang telah disepakati sebagai senjata pemusnah masal semisal Cluster Bom(Bom Curah). Di Suriah juga menjadi ajang uji coba pengunaan berbagai senjata terlarang menurut hukum perang internasional semisal bom Bom Fosfor yang mengakibatkan luka bakar sangat parah.

Menurut WHO Senjata Kimia di Suriah Adalah Racun Syaraf. Badan kesehatan PBB, WHO, menduga senjata kimia yang menewaskan 72 orang di Suriah berjenis racun syaraf atau nerve agent. Senjata kimia jenis ini dilarang berdasarkan hukum internasional.

Diberitakan Reuters, Rabu (5/3), WHO dalam pernyataannya mengatakan gejala-gejala yang timbul dari para korban tewas sesuai dengan paparan racun syaraf.

“Beberapa kasus menunjukkan bukti-bukti yang konsisten dengan paparan bahan kimia organophosphorus, kategori kimia yang termasuk dalam racun syaraf,” ujar pernyataan WHO.

Amerika Serikat sebelumnya telah mengatakan serangan kimia di Khan Sheikhoun yang menewaskan 20 anak-anak adalah gas syaraf sarin yang dijatuhkan pesawat tempur Suriah.

Sarin termasuk dari racun syaraf yang memiliki kandungan organophosporus. Racun kimia lainnya seperti klorin dan gas mustard yang juga digunakan oleh Suriah tidak memiliki kandungan ini.

WHO yakin racun syaraf digunakan dalam serangan ini karena para korban tidak mengalami luka luar, namun meninggal sangat cepat dengan gejala-gejala yang sama, termasuk gangguan pernafasan akut.

WHO mengirim ahlinya ke Turki yang menampung sekitar 30 korban serangan kimia ini. Ahli WHO akan memberikan bimbingan kepada tim medis untuk merawat para korban, termasuk membawa obat seperti Atropine, dan penawar racun kimia, serta steroid untuk merawat korban racun syaraf.

“Senjata jenis ini dilarang oleh hukum internasional sangat barbar yang tidak bisa ditoleransi,” kata Peter Salama, Direktur Eksekutif Program WHO.

Dari fakta diatas dapat kita ambil pelajaran bahwa Syiah dan Komunisme merupakan bencana kemanusiaan, yang sejarah telah mencatat sejarah kelam dua aliran berbahaya ini yang selalu di warnai dengan tinta darah.

Baca juga (Iran Memerangi ISIS Benarkah?Kita Simak Faktanya!)

Sebagai sesama muslim,tentunya ini merupakan berita kesedihan yang kita memohon kepada Allah musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Suriah ini segera Allah angkat. Dan Allah binasakan kaum yang melampaui batas ini. (Abdullah)

Baca Juga

syiah menyingkap wajah dirinya

Lagi! Syiah Menyingkap Wajah Dirinya

Jendelainfo.com – Alhamdulillah semata nikmat dari Allah semata kita bisa menyaksikan satu demi satu agama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *