Beranda / Internasional / Salafi – Wahabi Sumber Terorisme?!

Salafi – Wahabi Sumber Terorisme?!

Jendelainfo.com – Syiah internasional yang dimotori oleh Iran tak henti-hentinya menyebar ujaran kebencian, di samping provokasi konflik sektarian (kekelompokan/golongan).

Baru-baru ini sebuah situs Syiah berbahasa Indonesia, mengungkit-ungkit kejadian teror di Jerman pada akhir Desember kemarin. Mereka mengutip pernyataan Wakil Kanselir Jerman yang mengatakan bahwa kegiatan teroris baru-baru ini di Jerman memiliki kaitan dengan seorang khotib Salafi. Situs syiah itu juga mengutip pernyataan Wakil Kanselir bahwa masjid milik aliran Salafi di negara tersebut harus segera ditutup dan para khotib Salafi harus diusir keluar negeri.

Setelah mengutip penyataan sang Wakil Kanselir, yang tentu saja tidak paham apa itu Islam, terlebih lagi mengenai apa itu Salafi, situs berita Syiah selanjutnya menebar tuduhan palsu dengan menyatakan, “Perlu dicatat bahwa Wahabisme sedang dipromosikan di negara-negara Eropa dengan dukungan keuangan dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya.” demikian sebagaimana tertulis di situs berita syiah tersebut. Sebuah situs dari Agama yang menjadikan taqiyyah (pengelabuhan) merupakan salah satu prinsip penting ajarannya.

Hal ini telah sering diingatkan oleh para pimpinan Saudi Arabia kepada pemerintah Iran melalui berbagai forum internasional. Mereka mengingatkan Iran agar menghentikan upaya mengobarkan kebencian dan konflik sektarian. Berbagai bukti, fakta, dan kenyataan yang ada menunjukkan bahwa justru Iran-lah sesungguhnya yang berada di balik kegiatan terorisme internasional. Di antara bukti tersebut sebagaimana pernah diungkapkan oleh Menlu Saudi Arabia Adel Jubair dalam sebuah kesempatan di Brussel, Belgia.

Lihat: Keseriusan Saudi Memerangi Terorisme dan Sumber Permasalahannya

Mengaitkan Salafi – Wahabi dengan terorisme adalah tuduhan yang sangat naif. Apalagi menuduh Saudi Arabia sebagai pendukung terorisme, mempropagandakan wahabisme, dan sederet tuduhan negatif lainnya.

Terlalu banyak bukti yang justru menunjukkan komitmen Saudi Arabia dalam memerangi dan menumpas jaringan terorisme internasional. Penggerebekan, penangkapan, dan tindakan tegas terhadap para teroris telah dilakukan berkali-kali oleh pemerintah Saudi Arabia. Paling baru ada kejadian Sabtu (7/1).

Baca: Teroris perancang serangan ke Masjid Nabawi ditembak mati Polisi Saudi Arabia

Demikian juga penggagalan aksi teror dan penangkapan 17 pelakunya, pada 19/9/16 lalu.

Sebelumnya juga aksi teror di Madinah dan Jeddah, pada Ramadhan tahun lalu. Menanggapi peristiwa teror yang sangat jahat itu, Raja Saudi Arabia mengintruksikan :

“Bulatkanlah tekat — biidznillah — untuk melakukan serangan balasan dengan tangan besi terhadap semua pihak yang telah membidik akal, pemikiran, dan arahan para generasi muda kita yang sangat berharga.”

Terlalu banyak bukti untuk disebutkan satu persatu dalam tulisan singkat ini.

Menyikapi tuduhan Wahhabi sebagai sumber terorisme, Menteri Luar Negeri Saudi Arabia, Adel Jubair mengatakan,  “Tidak ada apa yang dinamakan dengan ‘Madzhab Wahabi’, Syeikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab adalah tokoh perbaikan umat. Upaya mengaitkan ISIS dengan Islam atau Sunnah adalah perkara yang salah.”

Juru Bicara Militer Saudi Arabia, Brigjen Ahmad Aseeri, mengatakan “Saudi Arabia siap berperan aktif dan mempelopori operasi melawan ISIS, bersama dengan Aliansi Internasional yang terdiri dari 65 negara.”

Adel Jubeir juga menegaskan, “Saudi Arabia akan memberantas terorisme, baik yang berasal dari ISIS, Al-Qaeda, atau yang melalui agen-agen Iran!!”

Demikian dilansir oleh @SaudiNews50 pada 5/2/2015

Terkait Terorisme di Jerman

Saudi Arabia adalah negara paling kuat dan paling keras dalam mengutuk dan memerangi terorisme internasional. Bahkan meskipun peristiwa teror tersebut terjadi di negeri Barat/Eropa. Masih lekat dalam ingatan kita, kejadian teror di Nice Prancis pada Juli 2015. Saudi mengeluarkan pernyataan resmi mengutuk aksi teror tersebut.

Dalam peristiwa teror di Jerman pada penghujung Desember tahun lalu, Raja Salman, Putra Mahkota, dan Deputi Putra Mahkota segera mengirim surat kepada Presiden Jerman, mengutuk aksi teror tersebut. Di dalam isi suratnya, Raja Salman bin Abdul Aziz, Sang Pelayan Dua Tanah Suci kembali menegaskan sikap Saudi, bahwa Saudi Arabia senantiasa komitmen menentang terorisme dengan segala bentuk dan jenisnya. Seraya menegaskan pentingnya peran negara dalam menghadapi dan memberantas terorisme.

Mengaitkan Terorisme dengan Salafi Wahabi merupakan tuduhan tanpa dasar. Fakta yang ada justru menunjukkan bahwa ulama-ulama Salafi Wahabi paling keras fatwa-fatwanya dalam mengutuk dan mengharamkan terorisme. Di antaranya bisa dilihat di http://www.alriyadh.com/977266.

Ini juga sanggahan kuat kepada beberapa tokoh Islam liberal di negeri ini yang sering menyuarakan tuduhan Salafi Wahabi sebagai sumber teror.

Semoga para tokoh tersebut bisa menghentikan ujaran kebencian yang sering mereka lontarkan kepada Salafi Wahabi. (Ahmad)

Baca Juga

Aliran Syiah

IRAN DALANG DARI TERORISME DUNIA

Jendelainfo.com – Untuk yang kesekian kalinya Menteri Luar Negeri Saudi Arabia, Kamis (6/7/2017), Adel Al …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *