Beranda / Warta / SBY vs Jokowi, yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

SBY vs Jokowi, yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

Jendelainfo.com – Anda pro SBY dan anti Jokowi? Atau sebaliknya anti SBY dan pro Jokowi? Tahan dahulu pernyataan Anda hingga selesai membaca ini. SBY vs Jokowi, yang mungkin tidak anda ketahui selama ini dapat disimak pada artikel berikut ini.

Orang boleh jadi dibuat kagum dengan langkah Jokowi membelah dan membedah jalur Papua. Atau berbagai kebijakan pembangunan wilayah perbatasan. Atau juga upaya beliau menghubungkan berbagai wilayah menggunakan Tol Laut. Sehingga karenanya menafikan kontribusi mantan Presiden RI, SBY. Atau sebaliknya, berpendapat bahwa keberhasilan ini semata adalah semu. Bahwa pemerintahan SBY lebih baik. Maka pelajarilah sistem pemerintahan dan tata negara di Indonesia.

Inpres Nomor 5 tahun 2007 pak SBY inilah dasar hukum dan grand desain percepatan pembangunan di Papua termasuk infrastruktur jalannya.

Banyak sekali kebijakan era pemerintah terdahulu yang terus dilanjutkan dan berusaha diselesaikan oleh penerusnya. Termasuk kebijakan era Presiden Soeharto pun masih ada yang terus berlangsung hingga sekarang.

Apa yang dilakukan oleh Jokowi adalah bentuk sinergi antara pemerintahan sekarang dengan kebijakan pemerintah terdahulu. Kebijakan pemerintah terdahulu yang baik tentu akan diteruskan. Yang sudah tidak sesuai akan disesuaikan, diperbaiki, atau digantikan.

Sebagaimana pernah dikatakan Deputi Tim Transisi pemerintahan Jokowi. Deputi Tim Transisi Jokowi-JK, mengatakan, pihaknya tak akan sembarangan memutus program pemerintahan SBY, terutama proyek multi years seperti pembangunan bandara atau infrastruktur lainnya. Apalagi MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) yang sudah ada komitmen bersama.

“Kalaupun ada program yang dianggap merugi, kita tidak boleh asal cut. Lihat dulu bagaimana kontraknya,” kata beliau di rumah transisi.

Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan butuh waktu panjang. Mustahil dalam 10 tahun segala sesuatunya dapat segera dirasakan manfaatnya. Maka ini butuh sinergi antara pendahulu dan penerus. Dan ini diatur dengan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan pemerintah.

Kita tidak hidup di jaman pemerintahan 32 tahun mantan Presiden Soeharto. Saat itu dapat dibuat, ditetapkan, dan dijalankan sendiri semua kebijakan pemerintah. Ada rencana pembangunan jangka panjang, jangka pendek. Ada yg 25 tahunan, ada yang 5 tahunan. Pemerintah yang sama, dapat mengawalnya. Bagaimana dengan sistem pembatasan periode pemerintahan saat ini?

Jauhkan prasangka buruk, terlebih kepada pemerintah. Pemerintah hanyalah sekumpulan manusia yang bisa salah, tetapi apakah lantas selalu salah dan tidak pernah punya kebaikan barang sedikit?

Ini kritik bagi kita semua, yang melihat dan mencari kesalahan pemerintah. Maka, ketika pemerintah kita adalah pemerintah Muslim, alangkah bijaksananya kita berprasangka baik terhadap saudara kita ini. Dan bila kita tidak menemukan satupun prasangka baik padanya, jadikanlah itu sebagai kelemahan kita bahwa mungkin kita yang tidak tahu apa hal baik yang diniatkannya.

Baca Juga

Presiden: PKI Kalau Nongol Gebuk Saja

Jendelainfo.com – Ditengah berbagai isu miring yang dialamatkan kepada Pemerintah, secara tegas Presiden Joko Widodo …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *