Beranda / Warta / Seorang Pelajar SMP Tewas di Acara Konser Musik

Seorang Pelajar SMP Tewas di Acara Konser Musik

Umur memang tiada yang bisa menduga. Siapa sangka seorang pelajar SMP di kota Majalengka yang masih berusia belia berinisial PJ (13) tewas. Tragisnya korban menemui ajalnya saat dirinya hadir untuk menonton konser musik ahad pagi (09/4) di alun-alun kota Majalengka.

Sangat disesalkan, umur yang semestinya diisi dengan amal-amal saleh, harus berakhir di tempat seperti itu. Padahal setiap insan muslim, pasti dia bercita-cita mati dalam keadaan Husnul Khotimah. Bocah SMP ini harus tewas di acara konser musik.

Remaja yang berasal dari Desa Sumber Wetan Kecamatan Jatijujuh Kabupaten Majalengka ini, telah sampai di alun-alun kota Majalengka pada pukul 22.15 Wib. Lalu korban menghabiskan malam penantian acara konser dengan tidur di emperan.

Sebelum itu, korban sempat terjaga danminum kopi serta minuman kemasan. Di pagi harinya sekitar pukul 05.00 WIB, sebelum acara dimulai, korban merasa sakit perut. Kemudian pada pukul 08.15 WIB, korban pun mengalami kejang-kejang. Akhirnya korban dilarikan ke posko kesehatan acara untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Karena keterbatasan sarana kesehatan, pihak posko kesehatan akhirnya merujuk korban ke RSUD Kota Majalengka. “Di perjalanan korban sudah sesak nafas, mengalami hipoksi (kekurangan oksigen) dan kejang-kejang.” Ujar Tania, salah satu petugas posko kesehatan acara.

Kabid Pelayanan dan Keperawatan RSUD Majalengka mengungkapkan, pihaknya menerima korban sudah dalam keadaan wajah yang membiru dan pupil bola matanya melebar.” Mendapati korban seperti itu, pihak rumah sakit melakukan tindakan reusitasi, namun korban tidak terselamatkan dan dinyatakan meninggal.

“Mungkin (meninggalnya sudah terjadi) pas perjalanan mau ke sini”, pukas dr. Erni Harleni selaku Kabid Pelayanan dan Keperawatan RSUD Majalengka. Keterangan senada juga disampaikan oleh Kapolres Majalengka AKBP Mada Roestanto.

Dr. Dewi selaku dokter piket UGD RSUD Majalengka hari itu menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan ataupun luka pada korban. Korban yang merupakan salah satu murid SMP Jatijujuh Kabupaten Majalengka ini dikabarkan oleh keluarganya memang pernah menderita sakit asma sebelumnya.

Kejadian ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak merasa aman dari umur. Kematian tidak mematok usia dan tempat. Kapanpun ajal telah tiba, maka tak akan ditunda.

Oleh karena itu, marilah kita pergunakan waktu dan umur yang ada untuk suatu yang bernilai ibadah di sisi Allah. Betapa indahnya seorang hamba ketika ajal menjemput, dia sedang melakukan ibadah kepada Allah.

Hendaknya para remaja dan pelajar mawas diri. Gunakanlah waktu dan umurmu untuk kebajikan. Membenahi aqidah dan iman. Jangan menyia-nyiakan waktu untuk berhura-hura, nonton musik, pesta narkoba, dan aktivitas tak berguna bahkan berbahaya lainnya.

Kejadian ini pun menjadi pelajaran penting bagi para orang tua para pendidik. Kondisi generasi muda harus menjadi perhatian utama. Generasi muda, termasuk pelajar SMP dan SMA, jangan sampai rusak moral dan imannya. (Ulungtoto)

Baca Juga

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG KOTA NAJF DAN KARBALA

AQIDAH SYIAH RAFIDHAH TENTANG KOTA NAJF DAN KARBALA

Orang-orang Syiah beranggapan bahwa lokasi-lokasi kuburan para imam mereka (baik yang hanya diakui belaka atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *